Keberhasilan atau kegagalan sebuah bisnis sebenarnya tergantung pada produk yang dihasilkan. Pada dasarnya, penjualan tergantung pada beberapa factor yang yang dapat dikontrol oleh perusahaan tersebut.
Bahwa profesi pengusaha (entrepreneur) menjanjikan peluang peningkatan penghasilan yang berlipat? Yes, karena itulah banyak diantara kita ingin jadi entrepreneur sukses. Bahwa profesi pengusaha memungkinkan kita bebas finasial di hari tua karena tabungan cukup sehingga kita bisa pensiun lebih tenang dan fokus untuk misi hidup yang lain? Betul demikian dan sudah banyak yang membuktikan. Hanya saja memang tak mudah menjadi entrepreneur sukses, terbukti banyak pula yang gagal.
Untuk melakukan efisiensi biaya produksi (cost of production), ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Salah satu caranya adalah dengan sistem outsourcing. Fungsi outsourcing ini dapat menghemat biaya dan pengeluaran dalam hal pembiayaan sumber daya manusia (SDM) yang bekerja di perusahaan tersebut.
Untuk mendapatkan penghasilan tambahan paling mudah adalah berdagang kecil-kecilan dengan modal sedikit ataupun berhutang dari bank atau kerabat. Paling sederhana dan tidak menghabiskan waktu adalah berdagang dengan menitipkan barang dagangan kita di toko orang atau tempat umum lainnya.
"Oke, Koh. Kalo harganya bisa Rp 350 ribu sepasang gue ambil dah tuh pelek." Demikian ucapan Dion dengan nada memaksa dan berharap. Selanjutnya? Sepasang pelek terbaru incarannya berhasil kepegang.
Mobile Unit atau yang lebih dikenal dengan usaha mobil keliling menawarkan dagangan yang beragam. Usaha yang memiliki prospek dikembangkan dengan cara moko (mobil took) adalah bisnis makanan, mengingat usaha makanan, merupakan usaha yang tidak ada matinya dan bias dikembangkan dimana saja, serta setiap hari konsumen pasti membutuhkan.