|
Ada beberapa trik sebelum membeli suatu usaha franchise diantaranya : Pilihlah bidang franchise yang cocok dengan latar belakang atau minat. Ini penting karena akan mempermudah mendalami dan mengembangkan franchise tersebut.
Pilihan perusahaan franchise yang minimal sudah menjalankan usaha franchisenya minimal 5 tahun karena 5 tahun adalah standar waktu berakhirnya suatu kerjasama atau kontrak franchise jadi akan lebih mudah menilainya karena sudah melawati minimal satu kali siklus. Langkah selanjutnya yang mungkin yang terpenting adalah melakukan survey usaha baik itu secara langsung ke pemilik/manajemen perusahaan maupun secara tidak langsung yaitu melakukan investigasi ke berbagai pihak yang terkait. Yang perlu diperhatikan dalam mengali informasi material di waktu survey langsung adalah profil perusahaan, standard operational, dan simulasi investasi. Untuk profil perusahaan diusahakan juga ada testimoni dari pihak yang pernah kerjasama, di standard operational perlu diperhatikan apakah standard operationalnya sudah didaftarkan ke Departemen Perdagangan, dan untuk simulasi investasinya perlu diperhatikan adanya jangka waktu impas dagang (BEP) dan jangka waktu balik modal (ROI). Lakukan analisis dari berbagai segi sumber baik itu dari dokumentasi yang kita dapat dari perusahaan franchise tersebut maupun imformasi dari masyarakat. Ada 4 komponen analisa yang perlu dicermati yaitu : a. Analisa kekuatan (strenght). Temukan dan analisa beberapa nilai tambah franchise yang akan kita beli yang menjadikannya kekuatan dibanding dengan kompetitor, misalnya dari segi produk. b. Analisa kelemahan (weakness). Temukan dan analisa apa yang menjadi kelemahan dimana itu menjadi keunggulan kompetitor yang tidak dimilikinya, misalnya harga investasi yang lebih mahal. c. Analisa kesempatan (opportunity). Temukan dan analisa kesempatan apa yang mungkin dapat diperoleh setelah membelinya. Ini menyangkut prospek bisnis selama 5 tahun kedepan apakah bisnis tersebut akan terus mendapat kesempatan untuk berkembang atau malah sebaliknya. d. Analisa tantangan (treatness). Temukan dan analisa tantangan apa yang mungkin dialami atau yang sedang terjadi atas bisnis ini. Apakah tantangan yang ada telah diantisipasi dengan baik dari pihak franchisor dan analisalah prediksi beberapa tantangan yang mungkin bisa saja berkembang menjadi hambatan di kemudian hari, misalnya sudah banyak competitor yang terjun di line bisnis yang sama, dll. Dari semua langkah diatas kemudian langkah terakhir adalah menganalisa diri sendiri sebagai calon franchisee apakah sudah memenuhi kreteria yang baik sebagai franchisee dan sudah memenuhi calon yang diinginkan oleh franchisor. (Theatmodjo leo Sastro)
|