|
Franchise dapat menjadi sarana investasi yang sangat baik bagi individu yang bermimpi memiliki usaha sendiri. Kesempatan franchise ini terbagi menjadi 3 kategori, yaitu produk, servis, dan sarana distribusi. Jenis franchise yang dipilih harus sesuai dengan rasa ketertarikan investor, dimana franchise tersebut akan berlangsung untuk beberapa tahun ke depan. Banyak usaha franchise yang gagal dikarenakan pemiliknya tidak menganggap bisnisnya tersebut sebagai sesuatu hobi atau kegiatan yang menyenangkan.
Seperti bisnis lainnya, franchise pun memiliki risiko untuk mengalami kebangkrutan. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk memulai usaha franchise, antara lain: 1.Mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai franchise tersebut. Minta keterangan yang selengkap-lengkapnya dari perusahaan franchise yang bersangkutan dalam bentuk brosur, pamphlet, dan video mengenai perkembangan usaha tersebut. Kemudian kunjungi dua atau lebih lokasi lain dari franchise tersebut, dan tanyakan informasi mengenai reaksi dan produk atau jasa yang ditawarkan tersebut dengan pemilik franchise yang lainnya. Kata Kunci: Tanyakan pada pemilik franchise tersebut apakah ia akan membuka franchise tersebut di tempat lain lagi. 2.Pelajari dokumen perusahaan Investor perlu meneliti mengenai profil franchise yang bersangkutan (selama 3 tahun atau lebih) dan perusahaan tersebut harus dapat menyediakan dokumen lengkap, yang disebut Offering Prospectus (OP), The Disclosure Document atau The Franchise Offering Circular. Dokumen-dokumen ini dapat memberikan informasi yang luas mngenai latar belakang dari franchise. Perusahaan yang berbobot tentunya memiliki para pekerja yang berpengalaman dan kualitas yang baik, terutama untuk mengatasi kebangkrutan. Hal ini dapat dilihan pula dari laporan keuangan perusahaan tersebut, bagaimana tingkat pertumbuhan profitnya, dan lain sebagainya. 3.Diskusikan dengan pihak profesional lainnya Lengkapi seluruh dokumen yang ada mengenai franchise tersebut, termasuk kontrak franchise, dan semua berkas tersebut ditunjukkan kepada pihak akuntan, pengacara, dan konsultan bisnis lainnya untuk menganalisa aspek keuangan dan hukum dan franchise tersebut. 4.Pelajari mengenai policy yang berlaku dan perlindungan teritori Kita perlu mengetahui policy yang berlaku mengenai pelaksanaan franchise, termasuk nomor kode franchise yang dipublikasikan berdasarkan area geografis. Apabila franchise berdasarkan dua teritori negara yang berbeda, maka perlu dilihat hukum dan ketentuan mana yang berlaku untuk dijalankan. 5.Perhatikan Besar Biaya yang Harus Dibayarkan Pelajari rincian biaya yang harus dikeluarkan untuk membuka franchise, mulai dari biaya pembukaan, biaya inventori, lisensi, asuransi, dan biaya promosi untuk masa awal pembukaan outlet. Investor perlu mengantiipasi adanya pengeluaran tahunan seperti biaya royalti dan biaya untuk memasarkan frnachise tersebut. Cari tahu berapa besar porsi untuk biaya iklan untuk outlet khusus, dan berapa besar porsi biaya yang akan digunakan untuk pengiklanan outlet secara global. Kata Kunci: Tanyakan mengenai biaya yang tidak terdaftar. 6. Kapan akan mencapai posisi break even point Berdasarkan investasi yang dilakukan dan analisis mengenai breakeven pada dokumen yang tersedia, berapa lama perusahaan terebut dapat mencapai posisi balik modal. Cari tahu mengenai strategi keuangan untuk mencapai poin tersebut dan cari tahu pula mengenai besarnya keuntungan yang dapat diharapkan per tahunnya. 7. Bagaimana cara menyelesaikan konflik yang terjadi Cari tahu apakah perusahaan menetapkan cara-cara penyelesaian yang terjadi dalam franchise tersebut. Apakah perusahaan memiliki strategi penyelsaian konflik tertentu. Cari tahu juga mengenai kontrak kerja yang akan berlangsung, dan poin-poin yang akan membuat kontrak diakhiri. Pelajari juga mengenai risiko yang akan diterima oleh investor apabila kontrak kerja diakhiri, dan apabila kontrak kerja sudah habis apakah akan diperbaharui. 8. Apakah pengiklanan akan membawa keuntungan bagi investor? Investor diwajibkan untuk membayar biaya pengiklanan franchise, dan sebelumnya investor perlu mencari tahu keuntungan yang akan didapat pada outlet franchise melalui iklan tersebut. Investor perlu juga mencari tahu beberapa hal mengenai berapa biaya maksimal untuk membuat iklan, apakah diijinkan untuk membuat iklan secara pribadi, dan apakah investor menerima komisi atas keuntungan franchise. 9. Latar belakang gagalnya outlet franchise yang lain Sebelum memulai investasi, cari tahu berapa banyak outlet yang gagal. Banyaknya outlet yang gagal dapat menunjukkan adanya masalah sistemik. Berhati-hatilah pada beberapa investor franchise yang menjadikan outlet franchise yang gagal menjadi perusahaan milik sendiri. Apabila kita membeli outlet yang masih berjalan, pastikan berapa banyak karyawan yang menjalankan servis, dan alasan bagi karyawan lain yang berhenti. Kata Kunci: Siapkan wawancara dengan beberapa karyawan yang sudah berhenti kerja dari outlet tersebut atau karyawan yang pernah bergabung dengan franchise tersebut. Pastikan bahwa perusahaan franchise yang bersangkutan telah menjalankan dukungan dan pelayananbaik yang telah dijanjikan. Semoga beberapa tips di atas dapat memberikan masukkan informasi bagi yang ingin memulai bisnis franchise. (Enrica Irene)
|