|
Bisnis ritel merupakan suatu bisnis yang menjual produk dan jasa pelayanan kebutuhan pribadi, keluarga atau pemakai akhir. Dalam bisnis ritel terdapat aktifitas nilai tambah yang ada pada bisnis ritel meliputi :
1. Assortment, Terdiri atas 2 jenis yaitu : a. Breadth Assortment merupakan keragaman kategori jenis barang yang ditawarkan suatu riteler kepada customernya, misal Kategori Minuman, dapat terdiri dari Minuman Sirup, Soda, Aqua, dan lain sebagainya. b. Depth Assortment adalah kelengkapan jenis barang pada masing-masing kategori. Sebagai contoh Minuman dapat dipisahkan menjadi 4 jenis yaitu Minuman bersoda, beralkohol, sirup dan minuman biasa. Untuk minuman bersoda dapat dirinci kembali menurut mereknya menjadi Coca Cola, Spirite, Fanta dan sebagainya, sedangkan untuk Coca Cola sendiri dapat dirinci kembali menurut ukurannya seperti 100 ml (Kalengan), 1 Lt (Botol), 600 ml (Botol Kaca). dll, setelah itu dapat dirinci menurut aromanya..dan sebagainya.. 2. Breaking bulk, Breaking bulk adalah memecah barang-barang yang dipesan dari dari kemasan per katon atau per pak untuk dijual secara satuan. Contoh Coca Cola dapat dijual per karton atau per botol yang keduanya tentu harganya akan berbeda jauh. Harga Coca Cola per botol akan lebih mahal dibanding harga per botol Aqua apabila kita membeli dalam jumlah banyak. Dengan adanya breaking bulk, maka customer dapat menikmati barang-atau jasa sesuai dengan ukuran kantongnya/uang yang dimilikinya dan mendapatkan jenis barang yang beragam. 3. Holding inventory, Untuk memenuhi target penjualannya, maka riteler akan menyediakan persediaan barang (Holding Inventory) agar pada saat customer membutuhkan suatu barang, maka barang tersebut telah tersedia di toko. Dengan adanya persediaan barang ini, maka akan mempengaruhi biaya operasional. Untuk mengkompensasi biaya operasional yang diakibatkan adanya persediaan barang, maka riteler akan menambah sedikit margin keuntungannya atau menambah sedikit harga jualnya. 4. Providing service. Pelayanan atau service yang diberikan dengan baik akan mebuat customer lebih nyaman berbelanja. Hal ini tentunya dapat didukung oleh fungsi komputerisasi dalam penjualan. Seperti penggunaan barcode untuk memudahkan sistem stock. Dengan pelayanan yang baik, akan meningkatkan impulse buying (pembelian yang tanpa direncenakan oleh customer) yang pada akhirnya akan meningkatkan Sales. (Jimmy Ongko)
|