|
“Tak kenal maka tak sayang” penggalan kata itu ternyata juga berlaku di dunia bisnis. Bagaimana tidak, btand sebagai identitas pembeda suatu produk/jasa memiliki pengaruh penting bagi penjualan dan kelangsungan hidup produk.
Bukan hanya itu, brand menggambarkan kualitas produk yang diberikan. Sehingga tidak jarang, jika konsumen sudah klik dengan brand tertentu, dipastikan mereka akan loyal. Alhasil, kekuatan suatu brand dapat mendatangkan keuntungan bagi pemilik usaha. Berikut adalah tips membuat brand usaha yang kuat dan diterima masyarakat: 1. Sedapat munngkin brand yang akan dipakai simple dan mudah diucapkan sehingga mudah diingat. Namun apalah arti sebuah nama jika brand yang diusung tak memiliki arti. Sudah seyogianya brand pun memberikan arti bagi konsumennya. Misal jika ingin mendapatkan tiket dengan harga murah dan hemat, pasti banyak yang ingat TX Travel. Caranya gampang, berikan pelayanan super istimewa bagi pelanggan. Sebagai pengusaha, coba tempatkan diri Anda sebagai konsumen. Tentunya jika di posisi ini, Anda ingin mendapatkan pelayanan yang memuaskan, murah dan kualitas produk yang baik. Jika Anda telah dapat memposisikan diri tersebut, brand jauh lebih bermakna dan menancap di benak pelanggan. 2. Brand sebaiknya dipilih bukan yang memiliki pengertian lain jika diterjemahkan ke bahasa lain. Misal Restoran Sundanese Food di Singapura, banyak yang menyangka restoran tersebut adalah restoran Sudan yang menyajikan makan Afrika, padahal merupakan makanan Sunda (Asia). Sehingga tak tepat jika diterjemahkan dalam bahasa lain. Jadi sebaiknya pilih-pilih nama brand agar tidak disalah artikan. 3. Mem-branding produk atau uasha bukan lagi hal yang umum. Buat pelanggan penasaran terhadap nama sebuah brand. Misal saja J-Co atau TX. Mungkin jika tanpa digandengkan dengan donuts and coffee atau travel di belakang kedua kata tersebut, pelanggan tentunya menjadi penasaran. Walhasil menjadi daya pikat bagi pelanggan untuk mengetahui lebih lanjut. Branding ini pun bukan lagi harus sesuai dengan arti atau singkatan misal saja Ritel Therapy. Sekilas Anda menerka adalah usaha yang ada kaitannya dengan salon. Padahal Ritel Therapy adalah butik pakaian dengan pemesanana customized. 4. Ada baiknya branding menyentuh sisi emosional dan memberikan added value bagi pelanggan. Misal saja brand Apple, Starbucks cofferr, Nike yang telah memiliki branding yang sangat kuat dan bukan sekadar produk yang ditawarkan tetapi sudah menyentuh sisi emosional, added value hingga memberikan gengsi dan menjadikan sebuah lifestyle bagi pelanggannya. 5. Memilih brand disesuaikan dengan segmen pasar yang akan disasar. Misal jika menyasar kelas menengah atas jangan tagu menggunakan brand terkesan asing. Ternyata penggunaan brand asing pun bukan hanya milik pemain besar yang menyasar kelas menengah atas. Red Crispy misalnya, usaha yang menyasar kelas menengah dan low end ini pun laris di pasaran dengan menggunakan nama asing dengan harga yang lebih terjangkau konsumennya. (Welly Cahyadi)
|
Terima kasih ilmunya mas..