|
Pola perhitungan pertama—yang menguntungkan bagi Anda—adalah menghitung bunga dengan melihat balance rata-rata harian (average daily balance), termasuk di dalamnya pemakaian baru.
Sebagain contoh saja, bila Anda memakai kartu kredit Anda untuk pembelian sebesar Rp.1 juta untuk sebuah VCD player baru. Begitu tagihan bulanan Anda datang, Anda kekurangan dana tunai sehingga Anda hanya bisa membayar sebesar Rp.500 ribu dari total tagihan Rp.1 juta. Satu bulan berlalu, dan datang lagi tagihan bulanan Anda dan untuk itu Anda akan ditagihkan Rp.500 ribu ditambah dengan bunga terhadap sisa balance bulan lalu. Cara perhitungan bunga kedua adalah dengan menghitung dengan pola two-cycle average daily balance, termasuk di dalam pembelanjaan baru. Kita ambil seperti contoh sebelumnya, di mana Anda menggunakan kartu kredit Anda sebesar Rp.1 juta, di mana Anda hanya bisa membayarnya sebesar Rp.500 ribu begitu ta-gihan bulanan datang. Bila perusahaan penerbit kartu kredit menggunakan metode two-cycle average daily balance, tagihan bulan depan akan mencantumkan bunga terhadap hampir semua total pembelanjaan yang Anda lakukan dua bulan lalu, yaitu bunga terhadap Rp.1 juta. Bukan seperti metode pertama di mana perhitungan bunga hanya berdasarkan sisa dari balance yang ada. Mengapa? Karena bila Anda tidak membayar lunas total tagihan bulanan maka perusahaan penerbit akan menghitung bukan berdasarkan satu billing cycle tapi dua billing cycle. Untuk mengetahui bagaimana perusahaan penerbit menghitung bunga kartu kredit, sebaiknya Anda membaca dengan cermat dalam form aplikasi yang ada atau Anda dapat menanyakan kepada perusahaan tersebut metode apa yang dipakai. Kelima, informasi yang tidak kalah pentingnya adalah menyangkut tenggat waktu dan masa jatuh tempo tagihan, karena justru disinilah letak keutungan menggunakan kartu kredit. Makin lama tenggat waktu jatuh temponya (grace period) semakin besar keuntungan pemegang kartu kredit. Infromasi ini dapat Anda peroleh dengan menanyakan langsung ke perusahaan penerbit. Untuk dapat memaksimalkan keberadaaan grace period, ada dua hal penting yang harus diperhatikan yaitu tanggal penggunaan kartu kredit dan tanggal cetak tagihan. Dengan melakukan pembelanjaan pada waktu yang tepat dapat memaksimalkan grace period. Berikut kami berikan contohnya : Dari contoh pertama, berarti pengguna kartu memiliki waktu tenggang pembayaran dalam 29 hari, di mana ia tidak dikenai bunga apapun apabila melunasinya dalam waktu tersebut. Bahkan pada contoh kedua waktu tenggang lebih lama lagi, yaitu mencapai 52 hari. Kendati kartu kredit sudah menjadi ikon bagi masyarakat kelas mene-ngah di kota-kota besar, toh masih banyak yang belum mengerti cara pemakaian kartu kredit dengan bijak. Tak jarang, perbulannya sebagian besar pendapatan gaji justru habis untuk membayar bunga kartu kredit. Makanya kami menyarankan bagi semua pemegang kartu kredit agar: - Disiplin dalam menggunakan kartu kredit. Usahakan penggunaan kartu kredit memang sudah dianggarkan dalam keuangan keluarga. Ibarat Anda menggunakan uang tunai tapi dengan kelebihan tenggat waktu. - Bila saran pertama dapat Anda jalani, maka ada baiknya bila Anda mengalihkan pengeluaran-pengeluaran rutin, seperti bayar telepon, listrik dan lain-lain ke dalam kartu kredit. - Jangan pernah Anda mengambil uang tunai melalui ATM dengan kartu kredit Anda, bukan hanya bunga besar tapi juga beban biaya dan penerapan perhitungan bunga langsung. Pengecualian—keadaan darurat. - Sebaiknya jangan hanya membayar cicilan minimun setiap bulan. Karena beban bunga bulanan yang bisa mencapai 3,5 persen. Dengan perhitungan bunga berbunga maka bunga utang kartu kredit Anda bisa lebih dari 40 persen. Bukan main besarnya. - Batasi kepemilikan hanya 3 kartu kredit. Semoga pembahasan kali ini dapat membantu Anda dalam menggunakan kartu kredit dengan lebih bijak dan Anda terlepas dari utang yang berkepanjangan. (Ratih Handayani)
|