Polling
Investasi apa yang anda miliki?
 
Opini





Saya lupa passwordnya?
Belum punya Username & Password? Daftar Baru!

Indonesia Joomla Topsites
Option strategies
Invest money

Dana Jangka Pendek

Seringkali banyak bank memberikan kredit dengan jangka relatif lebih panjang. Bank dengan porsi dana pihak ketiga (DPK) berjangka pendek yang besar dan rasio kredit (loan to deposit ratio / LDR) yang tinggi terancam kesulitan menyediakan dana jika nasabah tiba-tiba menarik dana mereka dalam jumlah besar. Berdasarkan data Bank Indonesia, jumlah simpanan jangka pendek seperti tabungan, giro, dan deposito meningkat dibandingkan tahun lalu.

Kondisi ini membuat simpanan dana jangka pendek akan mengalami penyesuaian suku bunga yang relatif lebih cepat sehingga deposan dapat segera menikmati kenaikan suku bunga.

Penumpukan dana jangka pendek dipicu oleh masih berlangsungnya ketidakpastian pada pasar keuangan domestik yang terimbas oleh gejolak pasar keuangan global akibat resesi yang tengah melanda AS dan melambungnya harga komoditas pangan dan minyak. Kondisi tersebut membuat nasabah tidak mau terjebak pada simpanan dengan bunga rendah untuk jangka yang panjang. Selain itu, masyarakat juga membutuhkan likuiditas yang semakin banyak untuk berjaga-jaga dan bertransaksi.

Ada 2 dampak yang akan dialami bank akibat besarnya porsi dana jangka pendek, antara lain :
1. Perbankan menghadapi kesenjangan jangka waktu antara simpanan dan kredit.
2. Bank berpotensi merugi akibat biaya dana melonjak lebih cepat jika terjadi kenaikan suku bunga.

Produk campuran umumnya memiliki jangka waktu yang lebih panjang dan memberikan imbal hasil (yield) yang lebih tinggi kepada para nasabah. (Suci Bungaran)

 

Diskusikan artikel ini di forum.


Beri komentar:
Nama

Email

Komentar

Artikel lainnya dikategori ini:

WealthIndonesia.com © 2012.