Polling
Investasi apa yang anda miliki?
 
Apakah anda setuju harga BBM dinaikkan?
 
Opini
Kolom
    Surat Pembaca





      Saya lupa passwordnya?
      Belum punya Username & Password? Daftar Baru!
       
      konsultasi pajak Your Ad Here
      Kapan Suku Bunga Kredit Turun?

      Aduh kok bunga KPR ga turun-turun ya? Padahal BI rate udah turun jadi 8,25%.  Bukannya BI rate itu acuan bagi bank-bank untuk menentukan suku bunganya baik deposito maupun kredit?  Komentar ini sering kali keluar dari masyarakat.  Tidak hanya suku bunga kredit konsumtif, suku bunga kredit modal kerja juga sama halnya.  Masih belum terlihat ada penurunan.

      Mengapa hal ini bisa terjadi? 

      Bank adalah lembaga intermediasi yaitu lembaga yang mengumpulkan dana dari masyarakat (dana pihak ketiga) dan dikembalikan ke masyarakat yang membutuhkan melalui kredit.  Dana pihak ketiga itu berupa tabungan, giro dan deposito.  Diantara ketiga produk ini biasanya yang paling tinggi suku bunganya adalah deposito karena ada jangka waktu 1, 3, 6 atau 12 bulan. 

      Penentuan suku bunga kredit ini dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya likuiditas, biaya bunga (cost of fund) untuk dana pihak ketiga.

      Saat ini suku bunga deposito di pasar masih berkisar di angka 10% - 13%.  Suku bunga ini tidak hanya ditawarkan oleh bank-bank swasta yang kesulitan likuiditas tetapi juga oleh bank-bank besar yang juga merupakan bank pelat merah yang notabene tidak kesulitan likuiditas ikut-ikutan menaikkan suku bunga depositonya agar tidak ditinggalkan nasabah.  Dana inilah yang disebut dana mahal.  Hal ini yang membuat bank memiliki biaya bunga (cost of fund) tinggi sehingga suku bunga kredit sangat sulit untuk diturunkan. 

      Salah satu alternatif lain dalam hal mengantisipasi kekurangan likuiditas adalah Pasar Uang Antar Bank (PUAB). Sebaiknya bank-bank dengan likuiditas berlebih meminjamkan dananya ke bank-bank yang membutuhkan sehingga tidak terjadi lagi persaingan tidak sehat di pasar.  Akan tetapi hal ini kelihatannya tidak gampang karena bank-bank dengan likuiditas lebih tidak mau meminjamkan dananya karena ada jaminan dana tersebut akan kembali. 

      Selama kebutuhan dana bank tidak terpenuhi maka selama itu juga suku bunga deposito akan tetap tinggi dan suku bunga kredit juga ikut ikutan tinggi.  Otoritas Moneter dalam hal ini Bank Indonesia harus mengambil langkah agar kekeringan likuiditas segera dapat diatasi sehingga bank dapat kembali menjalankan fungsi intermediasinya karena saat ini kredit juga jadi ikut-ikutan seret (ddws).

       

       
      Komentar:

      Deni
      Maaf,kalau ada salah dalam tulisan ini. Saya ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya atas tersampaikanya tulisan ini. Menurut saya suku bunga deposit bisa di turunkan dengan adanya campur tangan dalam pemberian kredit dengan berdirinya bank-bank plat merah dalam penyaluran kredit dengan suku bunga rendah (dalam catatan: penyaluran harus tepat, perbedaan suku bunga kredit jangan terlalu rendah dari bank umumnya), khusus bank plat merah diberikan jaminan keamanan dalam berinvestasi contohnya: bank umum diberikan jaminan 1 Milyar untuk dana nasabah, sedangkan bank plat merah di berikan jaminan 10 Milyar dalam berinvestasi. Perbedaan jaminan investasi tentu akan menarik minat investor berdana lebih untuk mencari keamanan investasi (dalam catatan perbedaan suku bunga deposito harus rendah selisih tipis dengan bank umum). Para pejabat pemerintahan yang masih berkedudukan atau mencalonkan diri di wajibkan untuk ber investasi kekayaannya di bank plat merah. Sekian argumen dari saya, maaf bila ada kesalahan dalam penulisan atau merugikan pihak-pihak tertentu. Ini hanya pendapat saya. Bila ada kritikan atas tulisan di atas, saya harap disampaikan untuk menambah wawasan ke mail denihendra@ymail.com


      Anda bisa juga membicarakan mengenai artikel ini di forum

      Isi komentar
      Nama:
      E-mail:
      Isi komentar anda:

      Artikel lainnya dikategori ini:

      WealthIndonesia.com © 2010. Powered by Glorindo.com