|
Pada akhir dekade 90an, Wealth Management diberitakan sebagai salah satu sektor dalam industri finansial yang berkembang cukup pesat. Meskipun terjadi krisis ekonomi selama tahun 1998 sampai dengan 2002 yang membuat banyak perusahaan-perusahaan wealth management rugi besar, sektor ini masih tetap merupakan sektor yang atraktif. Secara global, jumlah orang super kaya bertumbuh sebesar 7% per tahun, 6 kali lebih besar dibandingkan pertumbuhan penduduk di dunia. Hal inilah yang menyebabkan kenapa sektor wealth management merupakan sektor yang sangat menarik untuk lebih dikembangkan lagi.
Pada dasarnya, tidak ada suatu pengertian yang baku mengenai definisi wealth management. Tetapi, sebagai dasar acuan kita, definisi dasar wealth management yang bisa kita gunakan adalah layanan finansial yang diberikan kepada orang-orang kaya termasuk keluarganya. Yang masuk dalam kategori orang-orang kaya tersebut adalah individu yang mempunyai dana investasi minimum sebesar IDR 1 milyar (USD 100,000). Wealth Management, secara fundamental, di bagi menjadi dua bagian yaitu onshore dan offshore. Onshore Wealth Management adalah pilihan produk dan servis dalam jurisdiksi lokal dimana nasabah tersebut berada. Sedangkan Offshore Wealth Management adalah pilihan produk dan servis diluar jurisdiksi lokal nasabah. Tujuan nasabah berinvestasi offshore adalah karena mereka ingin melakukan diversifikasi investasi untuk mengurangi resiko dan meningkatkan tingkat pengembalian. Biasanya, investor menginvestasikan dananya sebesar 30% dari total portofolionya di offshore. Selain karena pertumbuhan orang kaya yang diatas rata-rata pertumbuhan penduduk dunia, perkembangan bisnis wealth management juga disebabkan oleh dua faktor utama yaitu: 1. Faktor umum seperti: Perkembangan ekonomi Peningkatan nilai aset/ investasi Alokasi kekayaan Faktor demografi 2. Faktor regional seperti Eropa – adanya trend transfer kekayaan antar generasi Asia – perkembangan ekonomi yang signifikan Pemain-pemain di industry wealth management adalah sebagai berikut: 1. Private Banks 2. Trust Banks 3. Retail Banks 4. Family offices 5. Financial Advisors 6. Stockbrokers 7. Asset Managers 8. Investment Banks 9. Insurance companies Seperti penjelasan diatas, Private Bank adalah merupakan salah satu pemain utama di wealth management bisnis. Yang membedakan Private Bank dengan pemain lainnya adalah pemberian layanan yang lebih exclusive dan tailor made. Artinya, layanan wealth management yang diberikan oleh Private Bank berupa advis finansial dilakukan berdasarkan analisa profil resiko dan kebiasan investasi nasabah yang dilakukan oleh relationship managernya. Biasanya, Private Bank hanya akan memberikan layanan yang tailor made kepada nasabahnya yang memiliki aset investasi sebesar minimum IDR 10 milyar (USD 1 juta). Pengertian diatas sebenarnya diambil dari sejarah berdirinya private banking pertama di dunia di abad ke 15. Konsep private banking sebenarnya berkembang pertama kali di daratan eropa di jaman kerajaan-kerajaan medieval. Dimana raja-raja tersebut menginginkan seseorang untuk membantunya dalam hal pengelolaan finansial. Dari kebutuhan yang tailor made inilah kemudian berkembang menjadi suatu konsep yang kita kenal sekarang sebagai Private Banking. Secara umum, perbedaan antara private banking dengan bank umum atau priority banking terletak di service approachnya. Kalau private banking, produk dan service yang ditawarkan sifatnya lebih discretionary atau tailor made. Discretionary sebenarnya adalah mandate yang diberikan oleh nasabah private banking kepada bank untuk melakukan pengelolaan dananya sesuai arahan investasi yang diberikan oleh nasabah. Dalam hal ini, bank bertindak sebagai pihak yang akan melakukan aset alokasi guna mendapatkan tingkat pengembalian yang diharapkan oleh nasabahnya. Selain kebutuhan investasi, Private bank juga memberikan solusi terhadap kebutuhan nasabah lainnya seperti asuransi, pinjaman, bahkan kebutuhan nasabah untuk melakukan transfer aset kepada generasi selanjutnya. Di dunia, yang merupakan private bank terbesar adalah UBS. Tetapi sepuluh pemain utama dalam dunia private banking adalah UBS, Merrill Lynch, HSBC, Citigroup, Credit Suisse, JP Morgan, Goldman Sachs, BNP Paribas, Deutsche Bank, ABN AMRO. Di Indonesia, pemain yang benar-benar masuk ke dalam kategori Private banking masih sangat terbatas. Sejauh ini hanya Bank Niaga saja yang benar-benar bermain dalam kategori Private Bank.(Yoan Adelina Paul)
|