Polling
Investasi apa yang anda miliki?
 
Opini





Saya lupa passwordnya?
Belum punya Username & Password? Daftar Baru!

Indonesia Joomla Topsites
Option strategies
Invest money

Resiko apa yang bisa kita terima di Money Market Fund

Setiap bentuk investasi pastilah memiliki risiko tersendiri.  Alangkah baiknya apabila kita dapat meminimalkan risiko tersebut sehingga return yang kita harapkan dapat terpenuhi.  Berikut ini adalah risiko-risiko yang harus investor perhatikan dalam berinvestasi di pasar uang (money market).

Ada sedikitnya 3  risiko yang perlu  kita perhatikan :

Pertama, pasar uang atau money market secara teknis kita membicarakan soal surat berharga. Seorang fund manager akan berusaha untuk membuat harga sahamnya tidak turun, bagaimanapun harga dari surat berharga tersebut di tentukan oleh supply dan demand dari pasar.  Apabila harganya naik maka kita akan mengalami keuntungan sedangkan apabila harga saham kita itu jatuh maka kita akan mengalami kerugian hal ini tergantung pada kemampuan dari fund manager untuk melakukan portofolio. Untuk itu berarti kita mempunyai resiko kerugian dan keuntungan di pasar uang dan resiko tersebut tidak mendapat jaminan dari institusi atau perusahaan pengelola keuangan.

Kedua, dana yang kita simpan dari pasar uang ini bisa memberikan rate yang berbeda, artinya kita tidak akan pernah tau berapa banyak yang akan kita terima untuk investasi kita di bulan berikut. Jika keadaan baik maka mungkin kita akan mendapatkan hasil yang baik, jika keadaan sebaliknya dan kita menerima lebih kecil dari yang kita harapkan jumlah uang kita dalam investasi tersebut juga menjadi lebih kecil.

Ketiga, risiko yang harus kita perhatikan adalah resiko bahwa money market ini berhubungan erat dengan inflasi, karena money morket ini lebih aman dibanding dengan investasi langsung  ke pasar saham atau membeli sekuritas. Pengembalian investasi jangka panjang cenderung lebih kecil dari pengembalian rata-rata (average return) pada investasi saham atau riskier investment. Untuk jangka panjang perlu kita memperhatikan pengembalian rata-rata kita dan membandingkan dengan Inflasi karena inflasi bisa memakan habis semua return kita. Contohnya apabila kita berinvestasi jangka panjang dan return kita hanya 7% pertahun sedangkan inflasi pada saat ini 7.4%(februari 2008 data dari BI) maka keuntungan kita termakan habis oleh inflasi.

Beberapa hal yang bisa digunakan untuk memperkecil risiko diatas adalah;
1. mempelajari portofolio dari fund manager dengan melihat historikal dari perusahaan tersebut,
2. mempelajari prospektus dari perusahaan terebut dan membandingkan dengan prospektus lain. (Donny S. Makelew)

Diskusikan artikel ini di forum.


Beri komentar:
Nama

Email

Komentar

Artikel lainnya dikategori ini:

WealthIndonesia.com © 2012.