|
Sejak kita kecil sudah diajarkan untuk menyisihkan uang jajan untuk ditabung biasanya dalam celengan dan sekarang kita mengenal bank. Bank sebagai lembaga intermediasi memiliki banyak produk dimana salah satu yang paling konvesional adalah tabungan.
Tabungan merupakan salah satu alat investasi yang menjadi favorit banyak investor, termasuk saya. Fakta ini membuat saya bingung, kenapa hal ini bisa terjadi, padahal tabungan memiliki banyak kerugian, seperti : • bunga rendah Bunga yang kita dapat dari tabungan lebih rendah dari tingkat inflasi yang terjadi. Jadi uang kita bukan bertambah melainkan berkurang. Jumlahnya memang bertambah tapi nilainya berkurang. • undian berhadiah Tabungan memang banyak undian berhadiah, tapi apakah anda pernah mendapat undian tersebut ? jarang kan ? atau bahkan tidak pernah. Lagipula jika kita ingin mengikuti program undian tersebut kita juga diharuskan untuk menabung di suatu program tabungan tertentu yang biasanya bunga tabungannya lebih rendah. • aman Aman ? itu dulu, sekarang jumlah yang dijamin oleh pemerintah maksimal hanya Rp.100 juta sehingga kita harus selektif dalam memilih bank tempat kita menabung apabila kita tidak ingin tabungan tersebut hilang dengan ditutupnya bank. Mengingat hal-hal tersebut di atas alangkah baiknya investasi dilakukan dalam berbagai bentuk atau terdiverifikasi sehingga risiko-risiko dapat diperkecil. Komposisi dari jenis investasi juga disesuaikan dengan profil risiko anda apakah lebih banyak di tabungan, saham atau surat hutang. (Kusuma Asda Sandra)
|