Polling
Investasi apa yang anda miliki?
 
Opini





Saya lupa passwordnya?
Belum punya Username & Password? Daftar Baru!

Indonesia Joomla Topsites
Option strategies
Invest money

Survive di tengah Inflasi

Bank adalah lembaga intermediasi antara pemilik dana dan pihak yang membutuhkan dana. Kita tahu bahwa keuntungan bank diperoleh dari selisih dari pendapatan atas kredit dan pembayaran bunga dana pihak ketiga yang terdiri dari tabungan, giro dan deposito.

Banyak pengamat perbankan melihat bahwa bank akan mengalami perlambatan di tahun 2008 ini terutama disebabkan tingginya inflasi dan harga minyak dunia.   Kedua hal ini mengakibatkan berkurangnya daya beli masyarakat sehingga mau tidak mau pengusaha juga mengalami penurunan pendapatan sehingga kesulitan untuk membayar kewajibannya.

Rapat Dewan Gubernur pada 6 Agustus 2008 memutuskan kembali menaikkan BI Rate sebesar 25 basis point menjadi 9%. Hal ini akan direspons oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan menaikkan suku bunga penjaminan ke angka yang sama.  Tentu saja bank-bank akan menaikkan suku bunga dana dan kreditnya. 

Tidak dapat dipungkiri dengan menaikkan suku bunga kredit akan meningkatkatnya jumlah kredit macet terutama kredit konsumsi karena umumnya peminjam memiliki pendapatan tetap sementara biaya yang harus dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan hidup makin besar.

Untuk tetap bisa bertahan maka bank-bank perlu memperhatikan beberapa hal berikut :
1. Pastikan CAR tetap aman
Apabila melakukan ekspansi kredit, usahakan setiap aset menghasilkan pendapatan sehingga keseimbangan antara modal sendiri dan aset berisiko pada tingkat 12%.  Jangan berspekulasi dalam menggunakan aset produktif hanya untuk menekan NPL.
2. Jaga NPL di bawah 5%
Jangan melempar kredit dengan sembarangan apalagi hanya untuk mengejar LDR. Saat ini sektor UKM lebih menjanjikan.  Jika ada debitor yang mulai tersendat dalam pembayaran kewajibannya cepat-cepat diambil langkah yang terbaik agar tidak turun ke kategori 3.  Jagalah PPAP pada nilai yang cukup, jangan berlebihan.
3. Cari alternatif laba
Laba tidak hanya diperoleh dari selisih pendapatan kredit dan bunga dana, juga dapat diperoleh dari fee based yaitu dengan memperbanyak transaksi.
4. Komposisi dana murah
Dengan naiknya suku bunga kredit maka bank harus dapat mencari dana murah yaitu dengan meningkatkan porsi tabungan sehingga menekan cost of funds.
5. Efisiensi
Menekan biaya operasional sehingga rasionya terhadap pendapatan operasional (BOPO) berkisar di bawah 92%.  Hal ini dapat dilakukan dengan menutup cabang yang tidak produktif dan tenaga lepas untuk bagian yang bukan pokok pekerjaan bank.
6. Manajemen Risiko
Penting bagi bank untuk memantau risiko-risiko yang dapat terjadi dengan adanya gejolak di pasar keuangan.
7. Restrukturisasi kredit
Tidak perlu ragu-ragu untuk melakukan restrukturisasi untuk kredit macet karena akan membantu memperbaiki kualitas kredit tersebut yang akan menyumbangkan pendapatan lagi bagi bank (ddws).


Beri komentar:
Nama

Email

Komentar

Artikel lainnya dikategori ini:

WealthIndonesia.com © 2012.