|
Dalam kehidupan sekarang, orang bersedia membayar kerugian yang sedikit untuk masa sekarang agar bisa menghadapi kerugian yang besar, yang mungkin terjadi pada waktu mendatang. Asuransi ialah suatu kemauan untuk menetapkan kerugian-kerugian kecil (sedikit) yang pasti sebagai pengganti (substitusi) kerugian-kerugian besar yang belum pasti.
Manusia mungkin tertimpa berbagai bentuk kerugian. Untuk mengurangi beban kerugian ini, ia membuat perjanjian untuk menutupi kerugian perseorangan atau anggota suatu kelompok yang juga terbuka untuk kerugian-kerugian yang serupa, perjanjian ini dikenal sebagai kontrak asuransi. Asuransi adalah bisnis teknis yang melibatkan ahli statistic,analis keuangan,insinyur,ekonom,ahli hukum, dan lain-lain. Kontrak-kontrak haruslah dikonsep dengan saksama, pembatasan tanggungan haruslah dikonsep dengan saksama, pembatasan tanggungan harus ditentukan, tarif harus ditetapkan dengan adil dan dana-dana harus diivestasikan atau disalurkan.Secara ekonomis asuransi memberikan sumbangan kepada masyarakat dengan tujuan mencegah kerugian dalam kegiatan-kegiatan. Perusahaan asuransi mempunyai sejumlah pemegang polis, baik yang diperoleh langsung oleh perwakilan perusahaan asuransi ataupun melalui agen. Apabila tertanggung menderita kerugian yang dijamin oleh polis, risiko yang dihadapinya diambil ahli. Dengan ganti rugi yang dihadapinya tercipta rasa tenteram dikalangan para tertanggung.Dan dengan adanya rasa tentram itu, para tertanggung akan lebih giat dalam usahanya atau akan lebih memperbesar produksinya Di Dalam bisnis pasti ada risiko yang terjadi demikian pula dengan industri peasuransian sehingga sering diartikan sebagai ketidakpastian dari kerugian financial atau kemungkinan terjadi kerugian. Risiko selalu melibatkan ketidakpastian dan peluang kerugian financial. Ketidakpastian dan peluang kerugian ini dapat dibedakan ata 3 hal,antara lain : 1. ketidakpastian ekonomis adalah ketidakpastian akan kebijakan ekonomi yang akhirnya akan mempengaruhi pola harga konsumsi atau terjadinya perkembangan teknologi. 2. Ketidakpastian yang berkaitan dengan alam adalah ketidakpastian akan terjadinya badai, banjir, kebakaran, atau bencana alam lainnya. 3. Ketidakpastian berkaitan dengan manusia yang terjadi akibat perang, pembunuhan, pencurian, dan sebagainya. Diantara ketiga jenis ketidakpastian diatas, yang bisa dipertanggungkan ialah ketidakpastian alam dan manusia, sedangkan ketidakpastian ekonomis tidak bisa diasuransikan karena bersifat spekulatif (unsur ekonomis) dan sulit untuk diukur keparahnya (severity). Risiko dapat diklasifikasikan sebagai berikut. a. Speculative risk adalah risiko yang bersifat spekulatif, yang bisa mendatangkan rugi atau laba. b. Pure risk adalah risiko yang selalu menyebabkan kerugian. Perusahaan asuransi beroperasi dalam pure risk (kematian,kapal tenggelam, kebakaran, dan sebagainya).(MERLINA HAMADI)
|