Polling
Investasi apa yang anda miliki?
 
Opini





Saya lupa passwordnya?
Belum punya Username & Password? Daftar Baru!

Indonesia Joomla Topsites
Option strategies
Invest money

Penipuan Berkedok Investasi

Jika sekarang orang mendengar nama Qurnia Subur Alam Raya (Qisar), Pohonmas Mapan Sentosa (Pomas), atau Wahana Bersama Globalindo (WBG), yang terbesit di pikiran langsung berupa satu kata: “penipuan”. Memang hingga saat ini sudah banyak tercatat kasus penipuan yang berkedok investasi semacam ini, biasanya diimingi oleh return yang besar diluar batas kewajaran, bahkan banyak yang berani menjamin fixed interest rate hingga 3-5% per bulan. Bagi mereka yang ingin mengembangkan dananya, tawaran-tawaran ini kelihatannya sangat menjanjikan sehingga sangat sulit untuk ditolak.

Biasanya, selama beberapa saat perusahaan-perusahaan itu selalu menepati janjinya, pembayaran bunga selalu lancar dan tidak ada tanda-tanda mencurigakan. Saat pembayaran biasanya selalu diikuti penawaran dari bagian pemasaran perusahaan tersebut untuk merayu nasabah sehingga tertarik untuk memperbesar “investasi” mereka.

Di Indonesia, kasus terbaru penipuan berkedok investasi dilakukan oleh PT Wahana Bersama Globalindo (WBG), yang dilakukan dengan sangat meyakinkan, bahkan bisa membujuk beberapa anggota perwakilan rakyat untuk ikut berinvestasi di perusahaan tersebut. Perusahaan ini mulai berdiri pada tahun 1996, dengan menonjolkan nama Dressel Investment Limited yang dikatakan mempunyai cabang di berbagai negara untuk memberikan tambahan “bonafiditas” pada produknya.

Selama hampir sepuluh tahun ini, WBG dengan setianya terus memberikan bunga sesuai janjinya, namun tentunya bagian pemasarannya juga lebih gencar lagi bergerak mencari nasabah-nasabah baru maupun membujuk nasabah lama untuk memperbesar investasinya. Pada akhir 2006, pembayaran bunga mulai bermasalah, nasabah WBG mulai resah dan sebagian mulai mencoba menarik dananya. Keadaaan menjadi makin parah hingga pada awal 2007 tiba-tiba manajemen dan dana nasabah yang ada menghilang tanpa kabar. Hingga tulisan ini dibuat, Oktober 2007, masih belum ada kabar jelas mengenai kemungkinan kembalinya investasi nasabah WBG.

Yang ingin ditekankan disini, wealth management bukan hanya tentang wealth growing, namun yang lebih penting adalah wealth preservation. Sangat penting bagi investor untuk memilah-milah dan memeriksa secara mendetail investasi yang akan dilakukan, jangan hanya berfokus pada return yang dijanjikan, namun lebih telitilah pada resiko yang menyertainya, dan selalu waspada akan kemungkinan resiko yang tidak diberitahukan. Kasus WBG cukup hebat karena dapat bertahan hingga 10 tahun, dibandingkan perusahaan penipuan berkedok investasi lain yang hanya hidup 2-4 tahun.

Kasus ini memberikan beberapa pelajaran baru, yaitu hanya karena perusahaan tersebut mempunyai “afiliasi” dengan luar negeri, dan telah berdiri selama 10 tahun, bukan berarti kita dapat menutup mata akan resiko yang ada, apalagi tidak ada kejelasan mengenai produk yang ditawarkan. Perlu diingat bahwa selalu ada resiko yang berkaitan dengan investasi, bahkan dalam bentuk logam mulia seperti emas sekalipun.(Yustinus Dalle Edhie)
 


Beri komentar:
Nama

Email

Komentar

Artikel lainnya dikategori ini:

WealthIndonesia.com © 2012.