Polling
Investasi apa yang anda miliki?
 
Opini





Saya lupa passwordnya?
Belum punya Username & Password? Daftar Baru!

Indonesia Joomla Topsites
Option strategies
Invest money

Penipuan Pasar Modal (I)

Kasus subprime mortgage telah mengakibatkan krisis di seluruh dunia sehingga banyak perusahaan investasi yang menjadi korban bahkan ada yang harus dilikuidasi  seperti Lehman Brothers yang sudah berdiri lebih dari 100 tahun. 

Kini kita dihantui oleh berita bahwa adanya beberapa fund manager yang melakukan penipuan.  Sebut saja Bernard Madoff, seorang fund manager pemilik dari Bernard L Madoff Investment Securities LLC, telah merugikan nasabah hampir US$ 50 miliar dengan “skema ponzinya'. 

Di Indonesia ada skandal Bank Century – Antaboga Delta Sekuritas & Signature Sekuritas : Investasi Dana Tetap Terproteksi (reksa dana) dengan return 13% per tiga bulan dan terakhir PT Sarijaya Permana Sekuritas : penggelapan dana & rekening nasabah oleh komisaris sekaligus pemegang saham utama untuk transaksi jual - beli saham.

Ketiga peristiwa di atas setidaknya telah membuat masyarakat untuk berpikir dua kali berinvestasi di pasar modal karena masyarakat mulai mengalami krisis kepercayaan akan fund manager/perusahaan sekuritas. 

Madoff disinyalir menggunakan skema ponzi dalam praktek bisnisnya.  Skema ponzi adalah sebuah skema yang digunakan oleh Charles Ponzi (1882 - 1949), seorang imigran Italia di Amerika.  Disebut skema piramida karena model bisnis seperti ini tidak menjamin pembayaran return secara terus menerus dengan mengutamakan uang daripada produk atau service. 

Pada tahun 1920, Ponzi mengiklankan bahwa dia dapat memberikan return sebesar 50% dalam waktu 45 hari atau dua kali lipat dalam 90 hari.  Sebuah piramida dimana investor lama memperoleh return yang dibayarkan dengan dana masuk dari investor baru.  Tidak ada  penciptaan nilai tambah atas investasi tersebut, yang ada adalah pelarian dana investor baru ke investor lama.

Tentu saja bentuk investasi ini menjadi berita ini sangat cepat tersebar pada masa itu sehingga makin banyak investor di seluruh New England dan New Jersey yang ikut menanamkan uangnya pada skema ini.   Lama kelamaan  semakin tidak memungkinkan untuk membayarkan return yang cukup besar tersebut karena investor baru makin berkurang dan pihak otoritas moneter mulai mencurigai karena adanya penjualan investasi yang tidak terdaftar.  Charles Ponzi akhirnya melarikan diri dengan membawa seluruh uang (+ US$ 10 juta) yang ditanamkan kepadanya.     

Bernard Madoff, mantan petinggi Nasdaq dan orang yang sangat berpengaruh di Wall Street selama puluhan tahun, menjalankan bisnis “privite investment”  menggunakan skema ponzi.  Madoff berani memberikan return 12% - 15% per tahun untuk setiap penempatan hedge fund dimana dana untuk membayarkan return tersebut diambil dari dana-dana investor baru (skema ponzi). 
 
Madoff memikat orang-orang kaya dengan tampil di publik menggendarai mobil mewah, terbang dengan jet pribadi, memberikan donasi besar-besaran, masuk dalam sosialita di koran lokal.   Investor yang telah merasakan return (yang notabene merupakan dana dari investor baru) juga tampil dengan perhiasan dan mobil mewah, menjadi alat promosi bagi Madoff.  Hal ini tidak saja menarik investor dari kalangan kaya, juga organisasi non profit seperti rumah sakit, universitas, yayasan karena menganggap Modoff memiliki sistem trading seperti layaknya “black box” pada pesawat yang dapat memberikan sinyal kapan membeli dan kapan menjual di pasar.

Krisis global akibat subprime mortgage mengakibatkan masyarakat membutuhkan lebih banyak dana untuk biaya operasional usaha atau untuk diparkir sementara menunggu perkembangan ekonomi.  Para investor Madoff melakukan aksi redeemption (penarikan dana) sebesar US$ 7 miliar, hal ini membuat Madoff kelabakan dan gagal bayar karena jumlah dana yang dimiliki tidak mencukupi sehingga terungkaplah penipuan yang telah dilakukannya selama puluhan tahun.

Sebenarnya tahun 1999 Securities and Exchange Commission (SEC) atau Badan Pengawas Pasar Modal di Amerika telah mencurigai adanya kecurangan atas transaksi yang dilakukan Madoff mengingat return yang sangat stabil sebesar 12% - 15% selama bertahun-tahun.  SEC tidak pernah menemukan bukti.  Pejabat SEC mengatakan terungkapnya penipuan ini merupakan efek dari krisis global, dan tidak menutup kemungkinan masih ada penipuan-penipuan lain dengan modus yang sama (ddws).


Beri komentar:
Nama

Email

Komentar

Artikel lainnya dikategori ini:

WealthIndonesia.com © 2012.