George Soros : Kambing Hitam Krisis Asia yang Masih Menjadi Idola (Bag. 2)
Keputusan investasi Soros seringkali kontroversial. Beberapa kali diantaranya bahkan memberikan stigma yang buruk bari pria keturunan Yahudi tersebut. Contohnya pada tahun 1988 Soros mengambil alih saham bank asal Prancis bernama Societe Generale. Menurut beberapa pemberitaan Soros sebelumnya memang ditawari untuk membeli saham bank itu tetapi ia tolak. Tiba-tiba , tak lama setelah penolakan itu , ia menyatakan jadi melakukan pembelian tersebut .
George Soros : Kambing Hitam Krisis Asia yang Masih Menjadi Idola (Bag. 1)
Siapa yang tidak kenal George Soros . Pria keturunan Yahudi kelahiran Hungaria ini sampai sekarang masih dianggap sebagai tokoh di balik krisis keuangan Asia di tahun 1997 . Bahkan di tingkat dunia ia dijuluki “ Pria yang menghancurkan Bank Of England”. Segala keputusan investasi pria pemilik Soros Fund Management ini memang seolah menjadi poros bagi pelaku pasar keuangan di seluruh dunia . Namun tak banyak yang tahu bahwa sebelum ia sukses seperti sekarang ini ,Soros mengenyam banyak pengalaman pahit dalah hidupnya.
Redemption mengakibatkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) menjadi turun yang berarti mengakibatkan kerugian bagi para pemegang reksa dana tersebut. Redemption reksa dana pernah terjadi di Indonesia pada tahun 2005
Beberapa tahun terakhir, institusi reksa dana mulai bangkit kembali dari keterpurukannya. Dalam menginvestasikan uangnya, seorang investor perlu hati-hati dalam mencari dan memilih Manajer Investasi (MI). Ada dua hal yang perlu diperhatikan, pertama, return historis dari sebuah perusahaan MI yang dipengaruhi oleh keadaan pasar modal dan ekonomi Negara secara umum serta proses bagaimana MI menginvestasikan uang investor. Kedua, membandingkan perusahaan-perusahan MI yang ada secara kualitatif maupun kuantitaif.
Reksadana yang pertama kali bernama Massachusetts Investors Trust yang diterbitkan tanggal 21 Maret 1924, yang hanya dalam waktu setahun telah memiliki sebanyak 200 investor reksadana dengan total aset senilai US$392.000.
Reksadana merupakan bisnis yang tergolong baru dan “booming” sejak tahun 2000an di Indonesia. Banyak reksadana yang bermunculan baik dari perusahaan luar negeri ataupun dari perusahaan dalam negeri. Salah satunya yang baru diluncurkan adalah dari Manulife Asset Management Indonesia (MAMI) yang baru saja meluncurkan tiga reksadana baru.