Polling
Investasi apa yang anda miliki?
 
Opini





Saya lupa passwordnya?
Belum punya Username & Password? Daftar Baru!

Indonesia Joomla Topsites
Option strategies
Invest money

Bagaimana Memilih Reksa Dana yang Tepat?

Investor perlu bertanya pada diri masing masing tentang apa yang diinginkan atas dana investasi tsb dan seberapa lama investor membutuhkan dana itu kembali untuk memenuhi kebutuhan di masa mendatang.

Jawaban atas pertanyaan diatas akan menentukan jenis Reksa Dana yang seharusnya dipilih. Umumnya, tujuan investasi dapat dikatagorikan dalam tiga kelompok besar dan masing masing tujuan akan berdmpak pada kebijakan investasi.

 Ketiga tujuan itu adalah:

1. Menjaga likuiditas dan perlindungan modal.
Jika dana investasi digunakan dalam jangka pendek (<= 1 tahun), dan investor  tidak mengharapkan adanya fluktuasi atas nilai modal investasi, Reksa Dana Pasar Uang dapat menjadi alternatif yang terbaik.

2. Memperoleh pendapatan dengan penekanan pada stabilitas modal.
Jika investor berharap mendapatkan pendapatan / income yang lebih menarik  dari deposito dan mau menerima sedikit fluktuasi atas nilai modal investasi dan sanggup berinvestasi dalam jangka menengah (1-3 tahun), Reksa Dana Pendapatan Tetap yang berinvestasi pada efek hutang (obligasi) adalah pilihan yang terbaik.

3. Pertumbuhan modal dalam jangka panjang
Jika investor tidak terlalu mengharapkan pendapatan tetap, namun lebih  mengutamakan pertumbuhan modal yang tinggi, sanggup menerima risiko fluktuasi atas nilai modal investasi, serta berorientasi jangka panjang; Reksa Dana Campuran atau Saham dapat menjadi pilihan yang terbaik.

Faktor risiko dari masing masing jenis Reksa Dana juga perlu mendapat perhatian dalam memilih Reksa Dana. Semakin besar kemungkinan mendapatkan hasil yang lebih tinggi, semakin besar juga risiko yang akan dihadapi oleh investor.

Pada dasarnya, terdapat dua risiko utama di investasi Reksa Dana, yakni Risiko kerugian karena nilai jual Unit Penyertaan yang dimiliki investor lebih rendah daripada Nilai Unit pada saat membeli dan Risiko lambatnya menerima dana tunai (likuiditas) pada saat investor menjual kembali Unit Penyertaan.

Adapun berkurangnya Nilai Unit Penyertaan disebabkan antara lain oleh Default (wanprestasi) pihak terkait (emiten gagal bayar), perubahan harga efek / instrumen investasi yang dimilki Reksa Dana, dan Perubahan kondisi ekonomi, sosial dan politik nasional dan internasional.

Sedangkan untuk risiko likuiditas berkaitan dengan cepat lambatnya Manager Investasi dapat menjual sebagian portofolio efek untuk mendapatkan dana tunai, dan ketika terjadi permintaan penjualan kembali (pencairan dana). Hal ini sangat tergantung dengan tingkat likuiditas pasar dari efek yang akan dijual.

Dengan melihat risiko yang mungkin timbul dari penjelasan diatas, maka setiap investor wajib mengetahui profil risiko investasi masing masing agar investor siap dalam menghadapi risiko yang mungkin dapat timbul.

Untuk para calon investor yang ingin mengetahui profil risikonya masing masing, dapat diketahui dengan cara mengisi kuesioner profil risiko yang biasanya disediakan oleh manager investasi sebelum investor dapat investasi di suatu Reksa Dana. Dari hasil kuesioner tersebut, manager investasi akan menyarankan jenis Reksa Dana yang paling tepat bagi seorang investor. (Jesse octaviano)

 

Diskusikan artikel ini di forum.


Beri komentar:
Nama

Email

Komentar

Artikel lainnya dikategori ini:

WealthIndonesia.com © 2012.