Polling
Investasi apa yang anda miliki?
 
Opini





Saya lupa passwordnya?
Belum punya Username & Password? Daftar Baru!

Indonesia Joomla Topsites
Option strategies
Invest money

George Soros : Kambing Hitam Krisis Asia yang Masih Menjadi Idola (Bag. 2)

Keputusan investasi Soros seringkali kontroversial. Beberapa kali diantaranya bahkan memberikan stigma yang buruk bari pria keturunan Yahudi tersebut. Contohnya pada tahun 1988 Soros mengambil alih saham bank asal Prancis bernama Societe Generale. Menurut beberapa pemberitaan Soros sebelumnya memang ditawari untuk membeli saham bank itu tetapi ia tolak. Tiba-tiba , tak lama setelah penolakan itu , ia menyatakan jadi melakukan pembelian tersebut .

Tindakan soros itu menimbulkan kecurigaan di kalangan pejabat hukum Prancis. Pada tahun 1989 diadakan penyelidikan atas transaksi Soros tersebut. Hasilnya , ditahun 2002 terkuak bahwa transaksi yang dilakukan Soros itu adalah transaksi illegal karena ada informasi dari orang dalam ( insider trading ) .

Akibat perbuatan yang melanggar aturan itu , Soros pun didenda sebanyak US$ 2 juta. Namun , Soros tidak menerima tuduhan tersebut . Menurutnya pembelian itu dilakukan berdasarkan informasi publik. Masalah ini terus berlanjut samapi sekarang. Kasus Soros itu pun dianjurkan secara pidana ke Pengadilan Tinggi Prancis pada 14 Juni 2006 Silam. Tapi , Pada Desember 2006 Soros mengajukan keberatan ke pengadilan Hak Asasi Eropa dengan alasan kasus itu sudah tertunda terlalu lama. Nasib kasus itu kini masih terkatung – katung.

Tak lama setelah pembelian bank Societe Generale itu, Soros kembali melakukan tindakan kontroversial  . Pada 16 September 1992 , keputusan investasi Soros langsung membuat terkenal di seantero dunia. Di hari itu, Soros menjual (short ) mata uang poundsterling senilai hampir US$ 10 milliar karena yakin mata uang Inggris itu akan turun . Akibatnya poundsterling benar-benar KO . Hal ini membuat Bank Of England (BOE) harus mengambil langkah darurat. Antara  lain, BOE mengerek bunga dan keluar dari Europe Exchange Rate Mechanism ( ERM ) . Ini adalah mekanisme penentuan mata uang sebelum kelahiraran kelahiran Euro. Nah , dari situlah Soros mendapatkan julukan “ Pria yang menghancurkan Bank Of England”.


Perekonomian dunia hari itu pun carut marut. Sampai –sampai , orang menjuki hari itu sebagai Black Wednesday. Departemen keuangan menghitung kerugian peristiwa ini mencapai 3.4 milliar poundsterling. Langkah Soros itu membuat mata uang Negara-negara lain juga melemah terhadap US$. Efek bola salju dari tragedy itu merembet kemana-mana. Adapun Soros merengguk laba yang sangat besar. Dari transaksinya di Inggris itu , ia bisa meraup untung bersih sampai US$ 1,1 milliar . “ Harusnya kami menjual lebih dari US$ 10 milliar “ tutur Soros kepada Times pada 26 oktober 1992.

Soros pun dituding sebagai sosok dibalik krisis Asia – termasuk di Indonesia – yang terjadi pada tahun 1997 . Thailand menjulukinya sebagai “Penjahat Ekonomi “ yang senang mengisap darah orang lain. Bahkan Mahatir Mohammad yang menjadi Perdana Menteri Malaysia pada saat itu sampai menyebutnya “ Moron ” atau orang bodoh.

Sampai sekarang , kelakuan Soros itu tidak bisa dilupakan begitu saja. Soros pun menyadari hal tersebut. Kini ia semakin aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial yang ditekuni sejak tahun 1970 . Soros memilik dua yayasan sosial yaitu Soros Foundations dan Open Society Institute ( OSI ) . Total dana yang dikeluarkan OSI untuk kegiatan amalnya setiap tahun mencapai US$ 400 jt.

Majalah Time menyebutkan , ada beberapa proyek penting OSI . Diantaranya pembangunan infrastruktur internet untuk beberpa universitas di Rusia dengan total dana US$ 100 jt . Kemudian , ia mengucurkan US$ 50 jt untuk kaum miskin di Afrika.

Sepanjang hidupnya , Soros telah dua kali menikah dan bercerai. Dari kedua istrinya , ia memiliki 5 orang anak . Forbes memperkirakan total kekayaan Soros pada tahun 2007 ini mencapai US$ 8.5 milliar.  (Eryson)
 

Diskusikan artikel ini di forum.


Beri komentar:
Nama

Email

Komentar

Artikel lainnya dikategori ini:

WealthIndonesia.com © 2012.