|
Siapa yang tidak kenal George Soros . Pria keturunan Yahudi kelahiran Hungaria ini sampai sekarang masih dianggap sebagai tokoh di balik krisis keuangan Asia di tahun 1997 . Bahkan di tingkat dunia ia dijuluki “ Pria yang menghancurkan Bank Of England”. Segala keputusan investasi pria pemilik Soros Fund Management ini memang seolah menjadi poros bagi pelaku pasar keuangan di seluruh dunia . Namun tak banyak yang tahu bahwa sebelum ia sukses seperti sekarang ini ,Soros mengenyam banyak pengalaman pahit dalah hidupnya.
Soros lahir di Budapest , Hungaria pada 12 Agustus 1930 dengan nama asli Gyorgy Schwartz. Ia merupakan anak dari Teodoro Schwartz yang juga dikenal bernama Tivadar , seorang Yahudi Hungaria yang bekerja sebagai penulis berbahasa Esperanto. Tivadar tadinya sempat menjadi narapidana selama perang dunia pertama berkecamuk. Tapi kemudian ia melarikan diri dari Rusia dan bergabung kembali dengan keluarganya di Budapest. Sekembalinya Tivadar , keluarga itu kemudian mengubah nama keluarga dari Schwartz menjadi Soros . Soros sendiri dalam bahasa Hungaria memilik arti “ Kesuksesan yang telah ditakdirkan “ Sedangkan dalam bahasa Esperanto, Soros berarti “ Akan Menyembuhkan “. Perubahan nama itu bukan tanpa alasan. Pada masa itu , ada diskriminasi berat terhadap kaum Yahudi . Bahkan kala itu aliran fasis Jerman yaitu Nazi bertekad menghabisi seluruh Klan Yahudi. Soros berumur 13 tahun saat Nazi mengambil alih kontrol militer di Hungaria pada 21 Maret 1944 . Begitu mereka berkuasa , seluruh bangsa Hungaria yang ketahuan keturunan Yahudi langsung dihabisi. Untuk mencegah Nazi menyentuh Soros, Tivadar pun mengirim Soros untuk mengahabiskan musim panas tahun 1944 di keluarga yang non Yahudi . Saat itu Soros berpura-pura menjadi anak angkatnya. Pada tahun berikutnya Soros berhasil selamat dari perang di Budapest. Tahun 1946 , Soros melarikan diri dari kungkungan Soviet dengan mengikuti remaja Esperanto di wilayah Barat. Dalam kongres itu , ia berpidato dalam bahasa Esperanto dan menjadi juru bicara . Setahun sesudahnya , ia berimigrasi ke Inggris dan bersekolah di London school of Economics pada tahun 1952. Setelah lulus , ia beberapa kali bekerja . Ia pernah menjadi pengangkut barang di stasiun kereta api , pelayan di restoran Quanglino , hingga menjadi buruh pabrik boneka . Tapi semua pekerjaan itu tidak berlangsung lama. Ia lalu mendapat posisi pemula di bank asal London , yaitu Singer & Friedlander . Sayang Soros tak betah lama-lama di Inggris . Di tahun 1956 , Soros hijrah le Amerika Serikat (AS) . Di Negara Paman Sam itu , ia bekerja sebagai arbitrase perdagangan di F.M Mayer mulai 1956 sampai 1959 , kemudian ia menjadi analis di Wertheim dari tahun 1969 sampai 1963. Pada rentang masa bekerja itu , Soros membangun filosofinya sendiri , yaitu reflexivity , berdasarkan ide seorang filsuf Karl Popper . Reflexivity , menurut Soros berarti kepercayaan bahwa kemauan diri adalah bagian dari lingkungan. Soros melihat bahwa ia tidak akan pernah mendapat uang untuk dirinya sampai ia berinvestasi sendiri. Ia pun belajar berinvestasi. Kesadaran Soros terbit ketika ia bekerja di perusahaan Financial Arnhold and S Bleichroeder pada tahun 1963 sampai 1973 . Saat itu ia menduduki jabatan wakil direktur utama. Soros berpikir , lebih baik ia juga menjadi seorang investor daripada hanya duduk sebagai eksekutif. Ia pun berhasil menyakinkan perusahaannya itu membentuk perusahaan investasi di luar negeri ( Hedge Fund ) bernama First Eagle pada tahun 1967 . Soros sendiri yang menjalankan perusahaan itu sendiri. Tahun 1969 , perusahaan kedua didirikan dengan nama Double Eagle Hedge Fund. Namun keinginan Soros untuk berinvestasi di instrument asing terganjal peraturan. Soros lalu mengundurkan diri dari kedua perusahaan hedge fund itu pada tahun 1973. Bersama kawannya Jim Rogers , ia memutuskan mendirikan perusahaan sendiri dengan nama Quantum Fund . Pada awalnya berdirinya , Soros berani memperkirankan , ia bisa memperoleh untung sebanyak US$ 500.000 hanya dalam 5 tahun . Kenyataan dalam sepuluh tahun berikutnya , Quantum tercatat bias memberikan imbal hasil (return ) berinvestasi hingga 42,5% / th . (Eryson)
|