|
Salah satu alternatif investasi bagi pemula adalah Reksa Dana. Reksa Dana yang merupakan kumpulan dari beberapa instrumen investasi sehingga risiko dapat diminimalisasi dan dikelola manajer investasi sangat membantu bagi investor yang tidak memiliki banyak waktu serta keahlian dalam berinvestasi. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih Reksa Dana :
Biaya Biaya pengelolaan sering menjadi pertimbangan setelah kinerja. Namun perlu diingatkan bahwa kinerja reksa dana yang diketahui naik turunnya nilai atau harga per unit pernyertaan sudah termasuk biaya-biaya pengelolaan, namun diluar biaya pembelian (selling) atau penjualan kembali (redemption fee). Biaya pengelolaan paling besar umumnya diterapkan untuk RDS dan biaya pengelolaan paling kecil diterapkan untuk RDPU. Biaya pengelolaan untuk RDPT dan RDC umumnya berada antara RDS dan RDPU. Biaya pengelolaan yang terlalu kecil jelas tidak sehat, kecuali jika total dana yang dikelolanya cukup besar, karena bagaimanapun juga biaya tersebut adalah salah satu sumber penghasilan Manajer Investasi. Akan tetapi, jika terlalu besar juga bisa menjadi bumerang bagi Manajer Investasi karena akan mengurangi kinerja dan hasil investasi yang dapat diberikan kepada investor. Komponen biaya yang secara langsung dibebankan kepada investor pada saat melakukan kepada investor pada saat melakukan transaksi adalah biaya pembelian (selling fee), biaya penjualan kembali (redemption fee) dan biaya pengalihan (switching fee). Jika kita melihat publikasi dalam harian bisnis yang mengumumkan harga atau unit pernyertaan ,pada kolom terakhir terdapat hasil investasi riil setahun terakhir. Perbedaan ini adalah karena faktor biaya pembelian dan biaya penjualan kembali. Yang perlu diketahui adalah bahwa perhitungan yang dilakukan dalam menghitung hasil investasi riil tersebut mengasumsikan biaya maksimum pembelian dan penjualan kembali. Umumnya reksa dana menerapkan biaya penjualan kembali yang menurun untuk jangka waktu investasi yang lebih panjang, bahkan banyak membebaskan biaya penjualan kembali setelah berinvestasi lebih dari 2 tahun. Oleh karena itu, sangat disarankan kita memanfaatkan reksa dana untuk investasi jangka panjang. Pertimbangan mengenai biaya tidak dapat berdiri sendiri, dan harus tetap memperhatikan factor kinerja. Karena jika mengabaikan factor kinerja, boleh jadi seperti kita membeli barang murah, yang kualitasnya belum tentu baik. Tinggi rendahnya harga atau NAB/unit pernyataan Tanpa adanya informasi lain, mana yang kita pilih: Reksa Dana dengan harga per unit Rp. 750,- atau dengan Reksa Dana dengan harga per unit Rp.1500,-? Banyak investor yang menganggap bahwa memilih Reksa Dana yang mempunyai harga perunit pernyertaan lebih murah adalah menguntungkan dibanding jika memilih Reksa Dana yang harganya lebih tinggi. Pernyataan ini belum tentu benar. Yang perlu dipertimbangkan bukanlah murah atau mahalnya harga per unit, namun prospek dari instrumen dalam portfolio reksa dana yang bersangkutan yang akan menghasilkan kenaikan harga per unit. Reksa Dana yang akan dibeli dengan harga Rp. 750,- per unit bias jadi akan menghasilkan kenaikan yang sama atau bahkan akan lebih rendah daripada Reksa Dana yang dibeli dengan harga Rp. 1500,- harga per unit tidak secara langsung mencerminkan baik buruknya kinerja yang akan dihasilkan pada masa depan. Oleh karena itu, kita jangan hanya melihat murah mahalnya suatu Reksa Dana, namun perlu mempertimbangkan kinerja historis sejak Reksa Dana tersebut diluncurkan serta segi lainnya. Besar asetnya Yang akan dikelola dalam Reksa Dana Semakin besar aset yang dikumpulkan sebuah Reksa Dana, seharusnya akan memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi pada Reksa Dana tersebut dalam memberikan pelayanan terbaik kepada nasabahnya. Semakin besar aset semakin memudahkan terciptanya economies of scale yang dapat berdampak pada penurunan biaya-biaya yang dibebankan kepada nasabah secara tidak langsung seperti biaya manajemen, biaya custodian, biaya transaksi dan biaya lainnya. Juga biaya yang bersifat tetap seperti biaya Auditor, dengan makin besarnya dana yang dikelola secara presentase akan juga menurun. Hal ini berdampak positif kepada kinerja atau hasil investasi yang dapat diberikan kepada investor. Khususnya untuk RDPU, economies of scale dari segi total dana yang dikelola akan meningkatkan bargaining power dalam bernegosiasi dalam penempatan deposito atau transaksi efek hutang lainnya. Namun investor perlu juga mencermati, bahwa reksa dana dengan jumlah dana yang kecil belum tentu menjadi tidak menarik. Karena mungkin saja reksa dana seperti ini memberikan kinerja yang tidak kalah menariknya daripada reksa dana dengan aset yang besar. Jika kita tertarik kinerja reksa dana dengan aset yang kecil hal yang pertama yang diperiksa adalah apakah manajer investasi pengelolanya mengelola reksa dana lain atau portfolio lain dengan jumlah dana yang cukup besar? Jika keseluruhan dana yang dikelolanya juga terbatas dan juga tidak ada perkembangan dari tahun ke tahun, kita perlu berhati-hati. Laporan Investasi Informasi mengenai portfolio investasi bagi investor dapat diperoleh melalui pembaharuan prospektus, yang berisi laporan keuangan yang diaudit oleh akuntan public setiap enam bulan sekali (semester). Pembaharuan prospektus ini umumnya baru akan diterima oleh investor kurang lebih setelah 1 hingga 3 bulan dari akhir semester, karena perlu waktu untuk proses audit dan percetakan pembaharuan prospektus. Beberapa manajer investasi menerbitkan laporan singkat triwulan (3 bulanan) mengenai kinerja, kondisi pasar serta penempatan investasi yang telah dilakukan. Laporan triwulan ini cukup informative baik bagi investor baru yang sedang memilih reksa dana maupun bagi investor yang sudah melakukan penempatan untuk kebutuhan monitoring. Komunikasi dengan Manajer Investasi Sebelum memutuskan untuk memilih Reksa Dana, sangat disarankan untuk melakukan komunikasi dengan staff manajer investasi. Kita dapat bertanya hal-hal yang belum benar-benar kita mengerti. Kita juga dapat mulai menilai bagaimana kualitas penjelasan serta pelayanan mereka. Tidak ada salahnya jika kita berkunjung ke kantor manajer investasi dan melihat secara fisik kantor dan staffnya untuk lebih merasa aman, bahwa kita akan menunjuk suatu institusi yang kita percayai. (Irene)
|