|
Sejak awal tahun 2006 muncul jenis reksadana baru yang memberikan keuntungan setinggi langit dan menjamin modal yang disetorkan oleh investor tidak akan tergerus atau rugi tetapi dengan syarat tidak bisa dicairkan sampai reksadana itu jatuh tempo. Reksadana itu dinamakan Reksadana Terproteksi.
Biarpun dinamakan reksadana terproteksi bukan berarti reksadana jenis ini tidak ada resiko seperti reksadana jenis lain. Reksadana ini mempunyai banyak resiko. Resiko yang pertama adalah resiko likuiditas, disini karena untuk melindungi investasi awal para investor maka para Fund Manager/ Manajer investasi melarang para investor yuntuk menarik dana investasinya sewaktu-waktu, kalau boleh menarik biasnya para MI akan mengenakan biaya penarikan ( redemption fee ) yang cukup tinggi . Untuk bebas biaya redemption fee maka harus menunggu sampai batas waktu jatuh tempo produk reksadana terproteksi yang di investasikan oleh para investor , ada yang jangka waktu 2 tahun , 3 tahun bahkan juga ada yang 5 tahun. Resiko yang kedua adalah resiko kredit ( credit risk ) dimana bias saja emiten penerbit obligasi terutama perusahaan swasta tak mampu membayar kewajibannya ( default ) , jika itu terjadi maka investor akan gigit jari dan proteksi terhadap investasi awal akan gugur juga. Resiko ketiga adalah resiko akselarasi , maksudnya dalam kondisi tertentu misalnya terjadi krisis ekonomi lagi atau tiba-tiba pemerintah mengenakan pajak bunga atas bunga obligasi yang dibeli oleh reksadana , bisa jadi manajer investasi akan melikuidasi reksadananya ditengah jalan ,dan mungkin investasi awal belum tentu akan kembali utuk Nah karena beberapa resiko tersebut sebaiknya para investor yang akan coba berinvestasi di reksadana terproteksi lebih baik coba mengikuti tip-tip dibawah ini 1. Kenali lah profil resiko anda, jika anda bukan seorang risk taker lebih baik anda bermain di reksadana yang instrumennya adalah obligasi pemerintah , karena obligasi pemerintah resiko untuk default lebih susah dibandingkan obligasi korporasi 2. Perhatikan tingkat proteksi yang diberikan , semakin tinggi tingkat proteksinya ( biasanya dalam bentuk persentase ) lebih menguntungkan. 3. Pilihlah reksadana terproteksi yang mempunyai jangka waktu jatuh tempo yang sesuai dengan kebutuhan anda 4. Baca prospektus dari reksadana yang ingin diinvestasikan . Baca bagian klausul-klausul yang bisa menyebabkan proteksi reksadana tersebut gugur. (Eryson)
|