Polling
Investasi apa yang anda miliki?
 
Opini





Saya lupa passwordnya?
Belum punya Username & Password? Daftar Baru!

Indonesia Joomla Topsites
Option strategies
Invest money

Bermain Waran

Apabila kita membaca tentang aksi korporasi emiten misalnya tentang rencana penerbitan right issue, kita sering membaca atau mendengar istilah waran. Misalnya dalam berita beberapa hari lalu mengenai rencana IPO PT Kokoh Inti Arebama untuk melakukan IPO pada tahun 2008 ini. Selain menerbitkan saham baru , perseroan juga akan menerbitkan waran. Selanjutnya Apakah Waran itu?

Waran adalah hak (bukan kewajiban) kepada pemiliknya untuk membeli saham biasa pada harga pelaksanaan (exercise price) tertentu dan jangka waktu tertentu. Tujuan dari penerbitan waran ini adalah sebagai pemanis dalam rangka penerbitan saham oleh perseroan baik lewat IPO ataupun right issue. Biasanya waran diberikan secara cuma-cuma kepada pembeli saham yang baru diterbitkan tersebut. Waran ini dapat diperjualbelikan layaknya saham.

Misal PT BBNI melakukan IPO dengan harga penawaran saat IPO sebesar Rp 2000, selain itu pihak BBNI juga menerbitkan waran secara cuma-cuma dengan rasio 2:1, artinya pembeli 2 saham baru BBNI berhak memperoleh dua waran dengan jangka waktu 3 tahun. Harga exercise waran biasanya diatas harga penawaran IPO misal Rp 2200. Nanti bila kedepan (masih dalam jangka waktu pelaksanaan) bila saham BBNI berada pada level Rp 3000, maka segeralah tunaikan waran tersebut. Lalu dengan segeralah jual saham hasil waran tersebut, maka keuntungan sebesar Rp 800 perlembar langsung berada didepan mata anda.

Akan tetapi bila harga saham kedepan justru berada pada level dibawah harga IPO misal Rp 1500. Maka jangan wujudkan hak waran tersebut. Karena bila diwujudkan lalu kerika dijual akan membuat anda menjadi Rugi .

Keputusan untuk mengambil waran ini amat tergantung dari ekspektasi dari investor itu sendiri. Bila investor mempunyai ekpektasi bahwa saham BBNI akan melesat kedepan maka segeralah ambil waran tersebut. Akan tetapi bila investor mempunyai ekspektasi yang pesimistis akan BBNI maka sebaiknya waran tersebut tidak diambil oleh investor.

Selain itu pengetahuan investor untuk melakukan valuasi saham juga amat menentukan dalam berinvestasi di waran ini. Bila investor mempunyai valuasi saham BBNI kedepan berada pada harga wajar lebih besar dari Rp 2.200 maka sebaiknya investor mengambil waran tersebut. Lalu misalkan valuasi dari investor tersebut menunjukan bahwa harga wajar BBNI adalah berada lebih rendah dari Rp 2200, maka sebaiknya investor tidak mengambil waran tersebut. Utntuk itulah analisa yang cermat merupakan kunci sukses dalam berinvestasi di watan. Selamat berinvestasi. (M. Agus Reza)

 


Beri komentar:
Nama

Email

Komentar

Artikel lainnya dikategori ini:

WealthIndonesia.com © 2012.