Bursa Efek Jakarta ( BEJ ) memang sudah beroperasi cukup lama . Namun, hingga saat ini , jumlah investor lokal yang berinvestasi di bursa saham ini sangat minim, paling hanya ratusan ribu. Banding dengan penduduk indonesia yang mencapai dua ratus juta lebih. Maklum saja , masih sedikit masyarakat yang paham seluk beluk berinvestasi di saham. Karenanya BEJ makin gencar menggelar program sosialisasi.
Saat ini banyak sekali investor yang lebih terfokus dalam pengembangan uang yang dimilikinya untuk berinvestasi di saham, Reksa dana atau Mutual fund. Saham adalah sebuah dokumen yang dikeluarkan oleh perusahaan sebagai bukti kepemilikan atas perusahaan tersebut. Dalam berinvestasi di saham akan memperoleh keuntungan berupa dividen dan capital gain ( selisih harga beli dan harga jual ).
Beta dari saham suatu perusahaan adalah perbandingan resiko perusahaan tersebut terhadap total resiko dari keseluruhan pasar. Beta dapat dihitung untuk perusahaan individu dengan menggunakan analisis regresi. Jika suatu perusahaan memiliki beta = 2, artinya 2x lebih beresiko dibandingkan total pasar. Contohnya: Saham perusahaan-J, memiliki 1,5. Artinya, jika pasar turun sebesar 2 %, maka saham perusahaan tersebut akan cenderung turun sebesar 3 %. Sebaliknya jika pasar naik 2 %, maka saham perusahaan tersebut akan cenderung naik sebesar 3 %.
Ekspektasi atau motivasi setiap investor adalah mendapatkan keuntungan dari transaksi investasi yang mereka lakukan. Para investor yang bermain di pasar modal, khususnya saham, pasti memiliki motivasi yang sama pula, yaitu mendapatkan keuntungan. Bermain saham memiliki potensi keuntungan dalam 2 hal, pertama, pembagian deviden dan kenaikan harga saham (capital gain ).
Apakah sebenarnya saham itu?Untuk mengetahui lebih lanjut, kita menggunakan perumpamaan. Jika Anda pernah berpikir untuk membuka toko, apa yang bisa dilakukan untuk memilikinya?Bila ada modal, maka bisa menyewa bangunan dan membeli barang yang akan dijual, namun ada risikonya yaitu belum dikunjungi banyak pembeli karena masih baru. Alternatif lain, kita bsia membeli toko yang sudah berdiri dan cukup dikenal orang. Bila demikian, maka uang yang harus Anda bayarkan ke pemilik lama toko tersebut biasanya adalah senilai harga bangunan (bila bangunan toko itu dimiliki sendiri) dan barang-barang yang dijual didalamnya. Dengan kata lain, Anda telah membeli kepemilikan toko tersebut, di mana yang Anda beli adalah modalnya.