Polling
Investasi apa yang anda miliki?
 
Opini





Saya lupa passwordnya?
Belum punya Username & Password? Daftar Baru!

Indonesia Joomla Topsites
Option strategies
Invest money
Stock Market

Keuntungan dan Kerugian Perusahaan Go Public

Go Public berarti menjual saham perusahaan ke para investor dan membiarkan saham tersebut diperdagangkan di pasar saham. Sebagai contoh, PT. Indofood, PT. Aneka Tambang, Indosat, dan masih banyak perusahaan lainnya yang sudah menjadi Go Public.

Baca selengkapnya...

Beri komentar:
Nama

Email

Komentar

Sekilas tentang Lembaga Regulasi Pasar Modal

Dewasa ini semakin banyak masyarakat tertarik untuk berinvestasi di pasar modal. Masyarakat, khususnya yang berada di kota besar, kini tidak lagi hanya berpaku pada tabungan atau deposito saja untuk menyimpan atau mengelola dana yang dimiliki. Kini sudah banyak muncul pilihan berinvestasi, terutama di pasar modal. Namun, banyak pula masyarakat yang belum memahami sepenuhnya lembaga-lembaga regulasi terkait yang menjalankan roda kegiatan pasar modal di Indonesia.

Baca selengkapnya...

Beri komentar:
Nama

Email

Komentar

Nikkei225

Nikkei225 merupakan indeks pasar saham yang mengacu pada Tokyo Stock Exchange. Indeks Nikkei ini merupakan indeks yang paling banyak digunakan dalam pasar saham Asia. Indeks tersebut dikalkulasi harian oleh koran Nihon Keizai Shimbun (Nikkei) sejak tahun 1971, dimana indeks ini terisi oleh 225 perusahaan yang dipilih oleh koran Nikkei. Rata-rata harga tertimbang dan komponen-komponennya direview setahun sekali.

Baca selengkapnya...

Beri komentar:
Nama

Email

Komentar

Analisis Pergerakan Harga Saham dengan menggunakan RSI (Relative Strength Index) dan Bollinger Bands

Apabila dalam artikel sebelumnya dibahas bagaimana menganalisis dengan menggunakan bantuan MACD, kali ini saya akan mencoba untuk membahas bagaimana menggunakan grafik RSI (Relative Strength Index) dan Bollinger Bands untuk menganalisis pergerakan harga saham.

Grafik di atas adalah rekaman RSI dari saham PT. X selama tahun 2007. Grafik RSI ini sebenarnya menggambarkan trend dari harga saham. Apabila grafik tersebut menyentuh garis bawah, seharusnya grafik tersebut akan naik kembali dan sebaliknya apabila menyentuh garis atas maka grafik tersebut akan turun kembali (pergerakan grafik berada pada range antara garis atas dengan garis bawah). Namun demikian, tetap terjadi penyimpangan dimana grafik tersebut melampaui garis atas maupun garis bawahnya. Melalui RSI ini, kita dapat memprediksi pergerakan harga saham berdasarkan trend pergerakan grafik tersebut.

Sementara itu, grafik di atas merupakan grafik Bollinger Bands yang dipadukan dengan harga saham PT. X selama tahun 2007. Analisa menggunakan Bollinger Bands ini didasarkan pada prinsip bahwa pergerakan harga saham seharusnya memantul-mantul di dalam “terowongan” yang terbentuk (antara band atas dan band bawah). Kita lihat bahwa dari grafik di atas, sebagian besar pergerakan harga saham memang mengikuti pola memantul-mantul diantara band tersebut. Namun dapat terlihat, terjadi beberapa penyimpangan dimana harga saham tersebut keluar dari “terowongan” (bands) yang terbentuk.
(Martin Surya Mulyadi)


Beri komentar:
Nama

Email

Komentar

Analisis Pergerakan Harga Saham dengan menggunakan MACD

Dalam memantau pergerakan saham di Bursa, biasanya investor dilengkapi dengan alat bantu berupa grafik-grafik. Salah satu di antaranya yang dinamakan MACD (Moving Average Convergence Divergence). Grafik MACD ini bergunan sebagai salah satu alat bantu bagi investor di dalam melakukan pengambilan keputusan. Meskipun demikian, masih banyak alat bantu lainnya untuk menganalisis pergerakan saham dan biasanya antara grafik yang satu dengan yang lainnya menganjurkan untuk melakukan pengambilan keputusan yang berbeda. Analisis pergerakan harga saham juga dapat dilakukan dengan menggunakan peranti lunak, diantaranya menggunakan MetaStock Professional.

Lalu bagaimana caranya kita membaca grafik MACD ini? Contoh di atas merupakan grafik MACD dari pergerakan saham PT. X selama tahun 2007. Grafik tersebut terbagi menjadi dua bagian, yakni sisi atas yang disebut sebagai daerah jual dan sisi bawah yang disebut sebagai daerah beli.
Langkah selanjutnya adalah dengan memperhatikan perpotongan antara garis lurus dengan garis putus-putus. Apabila terjadi perpotongan antara garis lurus dengan garis putus-putus pada daerah beli, maka analisis dengan MACD menganjurkan anda untuk melakukan pembelian atas saham yang bersangkutan. Sebaliknya, apabila perpotongan garis lurus dengan garis putus-putus terdapat pada daerah jual maka berdasarkan MACD disarankan anda untuk melakukan penjualan terhadap saham tersebut.
Namun perlu dicatat bahwa grafik ini hanyalah sebagai salah satu alat bantu kita dalam menganalisis pergerakan harga saham yang dapat berbeda dengan analisis menggunakan alat bantu yang lainnya. Sehingga kita perlu juga mencermati analisis menggunakan cara lainnya sebelum kita melakukan pengembilan keputusan untuk melakukan pergerakan di Bursa.
(Martin Surya Mulyadi)


Beri komentar:
Nama

Email

Komentar
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 Selanjutnya > Akhir >>

Hasil 28 - 36 dari 67
WealthIndonesia.com © 2012.