Polling
Investasi apa yang anda miliki?
 
Opini





Saya lupa passwordnya?
Belum punya Username & Password? Daftar Baru!

Indonesia Joomla Topsites
Option strategies
Invest money

Bermain Saham yang Aman

Instrumen saham merupakan instrumen investasi yang mungkin paling terkenal di dunia. Semua orang bermain saham dengan punya cita cita yang sama yaitu memaksimalkan profit. Akan tetapi bermain saham bila tidak hati –hati dan cermat maka bukannya untung yang diraih tapi menjadi buntung.

Investasi di saham memang sangat menggiurkan. Kita bisa dapat untung yang sedemikian cepat tanpa harus banting tulang hanya dalam 1-3 bulan. Dimana return bisa berpuluh bahkan berkali lipat dari bunga deposito. Akan tetapi telah banyak pula contoh kegagalan dalam bermain saham yang membuat banyak investor menjadi depresi bahkan bunuh diri karena kekecewaan yang besar akibat anjloknya harga saham.

Dalam bermain saham, anda sebagai investor harus cermat dan teliti. Ingat segala macam investasi yang sukses harus dimulai dari ketelitian dalam memilih investasi tersebut. Ada beberapa tips ataupun panduan agar bisa sukses dalam bermain saham, setidaknya meminimalir resiko. Benjamin Graham. dalam bukunya yang terkenal , “The Intelligent Investor”, menyebutkan setidaknya ada 4 panduan agar aman bermain saham.

Pertama ialah perlunya diversifikasi. Hal ini senada dengan “dont put your eggs in one Basket”. Investor sebaiknya tidak terfokus pada satu saham saja. Hal ini karena akan berbahaya, karena bila saham tersebut hancur maka hancur pulalah kekayaan nilai investasi investor tersebut. Sebaiknya investor memilih 10 – 30 saham di dalam portafolio sahamnya agar menjadi lebih aman.

Selain itu saham – saham tersebut juga harus dari industri yang berbeda-beda sehingga terjadi diversifikasi dari sisi industri. Lihat saja anjloknya harga saham –saham keuangan di AS baru –baru ini. Bila anda menempatkan seluruh dana anda di saham–saham keuangan di AS saat ini, maka sudah pasti anda akan jatuh miskin saat ini. Untuk itu maka perlu ada diversifikasi dari sisi industri yang akan dipilih.

Kedua ialah perusahaan yang dipilih harus terkenal , terkemuka, dan didanai secara konservatif. Hal ini tentunya agar investasi di saham menjadi lebih aman. Perusahaan yang besar, terkemuka dan didanai dengan konservatif akan mempunyai kemungkinan default yang kecil, hal ini membuat kemungkinan anjloknya harga saham juga kecil.

Ketiga ialah perusahaan yang dipilih harus mempunyai sejarah (track record) yang baik dan panjang dalam memberikan deviden. Perusahaan yang selalu membagikan dividen dengan rutin menunjukan kinerja yang sudah mantap dan juga menunjukkan kecintaanya kepada investor dengan terus membagikan deviden secara teratur.

Keempat ialah harga riil yang wajar. Maksudnya ialah investor agar memilih saham dengan harga riil yang wajar. Hal ini dapat dilakukan dengan mudah misalnya melihat PER (Price to Earning Ratio).

Misal dua emiten perkebunan yang sama (PT X dan PT Y). Harga Saham X adalah Rp 30.000, sedangkan harga saham PT Y adalah Rp 1000, Apakah harga saham X itu mahal sedangkan harga saham Y adalah murah ?. Tentu tidak, bila kita menggunakan PER maka harga saham tersebut kita bandingkan dengan laba per sahamnya. Tentunya saham yang memiliki PER lebih tinggi berarti saham tersebut relatif mahal. Sebaliknya saham yang memiliki PER lebih kecil berarti saham tersebut relatif murah. (M. Agus Reza)


Beri komentar:
Nama

Email

Komentar

Artikel lainnya dikategori ini:

WealthIndonesia.com © 2012.