|
Beta dari saham suatu perusahaan adalah perbandingan resiko perusahaan tersebut terhadap total resiko dari keseluruhan pasar. Beta dapat dihitung untuk perusahaan individu dengan menggunakan analisis regresi. Jika suatu perusahaan memiliki beta = 2, artinya 2x lebih beresiko dibandingkan total pasar. Contohnya: Saham perusahaan-J, memiliki 1,5. Artinya, jika pasar turun sebesar 2 %, maka saham perusahaan tersebut akan cenderung turun sebesar 3 %. Sebaliknya jika pasar naik 2 %, maka saham perusahaan tersebut akan cenderung naik sebesar 3 %.
Penggunaan CAPM dengan asumsi bahwa kebanyakan investor ingin menghindari resiko, dan mereka yang mengambil resiko tentunya mengharapkan return yang sepadan. Rj = rf + ßj( Rm - rf) Rj = The Required Rate of Return of stock j rf = The Risk Free Rate (the rate of return on a "risk free investment"like Government Treasury Bonds) ß = Beta Rm = The expected return on the overall stock market Koefisien Beta adalah parameter utama dalam formula Capital Asset Pricing Model, dengan mengukur variance asset dengan statistik yang tidak dapat dihilangkan dengan cara diversifikasi portofolio untuk mengurangi asset. Formula ini mengukur pasar, disebut juga diversifiable risk. Dalam formula CAPM, portofolio, dimana portofolio adalah pasar portofolio yang terdiri dari seluruh asset yang beresiko, dengan demikian rp terms digantikan dengan rm, ( tingkat return dari pasar). Pergerakan beta harus dibedakan dari aktual return dari saham. Contohnya, sebuah sektor dapat saja memberikan performance yang baik dan memiliki prospek yang bagus, tetapi pada kenyataannya pergerakan beta tidak tepat berkolerasi dengan pasar yang index nya besar dengan penurunan beta nya. Beta adalah sebuah ukuran dari resiko dan jangan dicampurkan adukkan dengan attractiveness dari sebuah investasi. Saham dengan beta yang lebih tinggi berarti memiliki volatilitas lebih tinggi, sehingga dapat dipertimbangkan lebih beresiko, tetapi diharapkan memberikan potensi return yang lebih tinggi pula. Sebaliknya, jika beta ebih rendah berarti memiliki volatilitas lebih rendah, sehingga dapat dipertimbangkan resiko lebih rendah, dengan potensi return yang lebih rendah. Beta bisa saja memiliki nilai sama dengan nol, artinya dapat dianggap bahwa sekuritas tersebut tidak memiliki resiko. Dalam hal ini, sekuritas dapat berupa treasury bonds dan cash. Selain itu Beta juga dapat bernilai negatif, artinya saham tersebut memiliki korelasi berkebalikan dengan pasar contohnya perusahaan tambang emas. (Dedianto Turnip)
|
lumayan tapi apa yg saya cari tak ada disini