Polling
Investasi apa yang anda miliki?
 
Opini





Saya lupa passwordnya?
Belum punya Username & Password? Daftar Baru!

Indonesia Joomla Topsites
Option strategies
Invest money

Indikator Beta

Dalam bermain saham, kita tidak boleh terpaku hanya akan return yang akan dihasilkan. Kita juga harus memperhatikan segala resiko yang melekat dalam bermain saham. Hal ini tentu akan membuat investasi kita dalam bermain saham lebih aman. Jika hal tersebut tidak dilakukan mungkin bukan untung yang akan kita raih justru menjadi buntung.

Dalam bermain saham, kita tidak boleh terpaku hanya akan return yang akan dihasilkan. Kita juga harus memperhatikan segala resiko yang melekat dalam bermain saham. Hal ini tentu akan membuat investasi kita dalam bermain saham lebih aman. Jika hal tersebut tidak dilakukan mungkin bukan untung yang akan kita raih justru menjadi buntung.

Salah satu cara meminimalisir resiko dalam bermain saham adalah dengan melihat besar resiko dari saham tersebut. Besarnya nilai resiko dari saham bisa dilihat dengan menggunakan indikator Beta.

Beta adalah nilai koefisien pergerakan harga saham terhadap pergerakan pasar (dalam kasus Indoensia adalah IHSG). Misal untuk kasus saham X memiliki Beta sebesar 0,8. Hal ini menandakan setiap IHSG berubah 1 %, maka harga saham X akan berubah sebesar 0,8 %.

Nilai Beta ini diperoleh dari hasil regresi time series antara harga saham dengan IHSG dalam rentang waktu tertentu. Semakin besar Beta menujukan resiko makin besar. Hal ini karena ketika pasar (IHSG) bergerak sedikit maka harga saham akan berubah cukup besar, atau lebih volatile.

Sedangkan nilai Beta yang kecil, menunjukan saham tersebut relatif stabil. Sehingga ketika IHSG berubah maka saham tersebut tidak terlalu berubah signifikan. Saham seperti ini biasanya saham yang bersifat saham difensif. Saham dengan Beta kecil amat cocok untuk kondisi pasar yang sedang tidak menentu.

Kita akan mengambil contoh dengan menggunakan 3 saham , yaitu Bumi Resources (BUMI), Astra Agro Lestari (AALI) dan Unilver (UNVR). Saham BUMI memiliki nilai Beta sebesar 1,218 , Lalu AALI memiliki nilai Beta sebesar 1,167, dan UNVR memiliki nilai Beta 0,936.

Dari data diatas terlihat saham BUMI memiliki nilai Beta terbesar yaitu 1,218. Artinya saham BUMI adalah saham yang paling volatile sehingga lebih beresiko, setiap 1% IHSG berubah maka saham BUMI akan berubah 1,218%. Selanjutnya diikuti oleh saham AALI yang memiliki nilai Beta sebesar 1,167. Hal ini berarti setiap 1% IHSG berubah, saham AALI akan berubah 1,167 %. Dan yang terakhir saham UNVR yang memiliki Beta sebesar 0,936%, yang artinya ketika IHSG berubah 1% maka saham UNVR akan berubah 0,936%.

Nilai beta diatas juga masuk akal. Hal ini karena BUMI dan AALI adalah jenis saham yang sedang booming atau cenderung growth stocks akibat naiknya harga komoditas. Hal ini membuat saham BUMI dan AALI sangat sensitif terhadap gerak pasar. Akan tetapi dilain pihak saham UNVR adalah saham yang cenderung difensif. Hal ini membuat saham UNVR lebih stabil dari gejolak pasar.

Selain itu konsep beta sangat membantu investor dalam melakukan keputusan investasi. Jika investor menduga saham akan naik atau bullish , maka investor akan memilih saham dengan beta yang tinggi sehingga returnnya akan tinggi. Sebaliknya ketika investor mempunyai ekspektasi saham akan turun atau bearish, sebaiknya investor menjaga investasinya dengan saham yang mempunyai beta kecil sehingga penurunan harga saham tidak akan terlalu besar.

(Muhammad Reza)

Diskusikan artikel ini di forum.


Beri komentar:
Nama

Email

Komentar

Artikel lainnya dikategori ini:

WealthIndonesia.com © 2012.