Polling
Investasi apa yang anda miliki?
 
Opini





Saya lupa passwordnya?
Belum punya Username & Password? Daftar Baru!

Indonesia Joomla Topsites
Option strategies
Invest money

Unit Link

Saat ini program asuransi yang sedang “membooming” adalah unit link. Adanya penurunan tingkat suku bunga membuat asuransi tradisional menjadi mahal dan mau tidak mau perusahaan membuat produk unit link yang lebih kompetitif.
Unit Link adalah salah satu produk dari asuransi yang dikaitkan dengan investasi (unit linked). Jadi selain nasabah membayar premi untuk asuransi jiwa, sebagian dana juga dialokasikan untuk investasi.

Hal yang menarik dari produk link adalah return yang tinggi. Dimana return yang dikembalikan oleh perusahaan pengelola yaitu perusahaan asuransi, jauh lebih besar dari pada tingkat suku bunga deposito, kira kira 20-50 % diatas tingkat suku bunga deposito.

Produk link merupakan produk yang membebankan risiko investasi ke pemegang polis, oleh karena itu fleksibilitas dalam memilih profil dan risiko investasi harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan masing-masing nasabah. Apakah tujuan membeli unit link untuk proteksi kesehatan ataukah ditujukan untuk akumulasi kekayaan. Apabila tujuan nasabah untuk investasi, maka sebaiknya memilih polis premi tunggal dimana unsure asuransi lebih rendah dari pada investasi.

Hal menarik lainnya adalah adasnya komposisi investasi dapat dipilih sendiri oleh nasabah, apakah akan ditanamkan ke pasar modal, obligasi atau saham. Selain itu produk link merupakan produk yang terjangkau dan dikelola dibawah pengelolaan ahli investasi (fund manager) sehingga nasabah awam tidak perlu bingung dalam mengelola dana.

Dari semua kebaikan dari produk unit link, ada beberapa hal patut diperhatikan seperti total minimum premi yang dibayar unit link lebih tinggi dibandingkan asuransi murni, selain risiko yang ditanggung oleh pemegang polis sendiri, manfaat dari unit link bias dirasakan secara optimal dalam jangka waktu panjang (sekitar 5 – 6 tahun kemudian) karena tahun-tahun pertama dana juga dipakai untuk biaya akuisisi asuransi seperti biaya administrasi dan komisi para agen. Oleh karena itu, perusahaan juga harus memberikan pada nasabah proses investasi yang konsisten, tertata dengan baik dan terbuka. Misalnya saja dengan mengeluarkan laporan hasil investasi bagi pemegang polis secara periodik.

Produk unit link telah diperkenalkan di Indonesia sejak tahun 1998. Dalam 2 tahun produk unit link telah meningkat hingga 150%, dari 3 perusahaan menjadi 16 perusahaan (Sinar Pembaharuan,2003). Hal ini membuktikan bahwa dalam jangka panjang, Negara-negara berkembang (termasuk Indonesia) mulai mengikuti tren di negara maju yang mulai berorientasi ke investasi jangka panjang. Selama ini, investasi jangka panjang seperti saham dan obligasi tidak mudah dimiliki oleh investor ritel karena berbagai macam alasan seperti banyaknya dana yang diperlukan (bisa mencapai ratusan juta rupiah) dan butuhnya pengawasan yang cukup. ( Yudith Christie)


Beri komentar:
Nama

Email

Komentar

Artikel lainnya dikategori ini:

WealthIndonesia.com © 2012.