|
Pada saat sekarang ini kita sering di telepon, dikirimkan brosur, di ajak untuk menghadiri seminar atau di SMS oleh beberapa bank atau securitas yang mengajak kita untuk berinvestasi baik dalam bidang reksadana, ORI atau berbagai produk finansial lainya.
Hal ini mungkin mencerminkan betapa hausnya nasabah berkantong tebal akan informasi terbaru. Dan bank-bank atau securitas melihat dan membaca akan peluang bisnis tersebut. Hal-hal yang ingin di ketahui adalah mengenai dunia keuangan. Bagaimana prospek investasi atau tabungan saya di tengah pasar finansial yang sedang bergejolak? Apakah indeks saham di Bursa Efek Indonesia akan terus menburuk? Apa dampak dari penurunan tingkat suku bunga AS? Kapan krisis di AS akan berakhir? Kapan harga minyak dunia akan turun? Hal-hal yang harus kita perhatikan apabila kita berinvestasi baik di reksadana, obligasi maupun saham adalah dalam menghadapi situasi pasar keuangan yang tidak menentu, kita tidak terlalu panik. Seperti contoh: Pada tahn 2005, terjadi penarikan besar-besaran pada reksadana pendapatan tetap karena beberapa faktor, seperti penurunan harga obligasi, penghitungan nilai wajar secara pasar, dan kesalahan jual oleh agen penjual. Kita juga harus mengikuti berita terkini mengenai keadaan pasar finansial, baik global maupun domestik, karena semakin lama semakin tidak ada batas antara pasar global dan pasar domestik. Apa yang terjadi di AS menjadi perhatian bagi kita di Indonesia, selalu ada kaitan antara perekonomian negara yang satu dengan yang lainnya. Kita juga harus rajin untuk menanyakan atau mencari berita mengenai keadaan terkini dari pasar finansial melalui relationship manager. Jargon-jargon dunia finansial yang tadinya di anggap jauh dan di awang-awang seperti tingkat suku bunga, laju inflasi, tingkat imbal hasil, aksi ambil untung, laporan keuangan, dan asuransi sebenarnya bukanlah hal yang sulit dipelajari. Bahkan harus dipelajari dan dipahami karena menyangkut masa depan keuangan semua orang. Bayangkan jika karena ketidaktahuan, Anda menabung dan ternyata imbal hasilnya dibawah tingkat inflasi sehingga uang tersebut tidak bertambah, bahkan berkurang nilainya karena tergerus inflasi. Melek finansial menjadi ilmu wajib dalam dunia sekarang agar tidak menyesal di kemudian hari karena ketidaktahuan tentang dunia keuangan. (Yanny)
|