|
Apa yang sering menjadi produk investasi pada umumnya? Pertanyaan itu mungkin mudah sekali untuk dijawab. Yang pasti, tabungan di bank pernah dijadikan tempat untuk berinvestasi.
Tabungan? Bukankah tabungan adalah tempat menyimpan uang saja, dan bukan untuk investasi? Oh, tidak begitu. Tabungan di Bank, selain tempat untuk menyimpan dana sehari-hari, sebetulnya juga bisa dijadikan tempat berinvestasi. Jadi ada dua macam kegunaan dalam menggunakan tabungan di bank, pertama sebagai tempat menyimpan uang untuk kebutuhan dana sehari-hari, dan yang kedua adalah sebagai tempat investasi. Pendeknya, segala macam tempat yang bisa untuk ditaruh sejumlah dana dan bisa mendapatkan hasil investasi dari situ (baik berupa bunga maupun selisih harga jual dan beli), maka layak menyebutkannya sebagai sebuah produk investasi. Termasuk produk tabungan di bank sekalipun. Apa lagi selain tabungan? Ada deposito. Deposito juga merupakan produk investasi yang mungkin sering digunakan untuk membiakkan uang, karena deposito dianggap sebagai produk yang sangat aman sepanjang bank tersebut tidak bangkrut dan uang dijamin. Tapi, selain tabungan dan deposito yang memang sudah populer, pernahkah terpikir untuk berinvestasi ke dalam barang-barang koleksi? Barang-barang koleksi? Wah, jenis investasi apa lagi itu? Barang-barang koleksi adalah sebutan bagi barang-barang yang umumnya sering dikoleksi orang. Kenapa orang mau mengoleksinya? Sederhana saja. Salah satu sebabnya adalah karena barang-barang tersebut dianggap memiliki nilai khusus. Apa saja contoh barang yang dianggap memiliki nilai khusus itu? Oh, banyak sekali. Contoh salah satunya yang paling sering kita lihat adalah perangko. Memiliki Nilai Seni Tersendiri. Ngomong-ngomong soal perangko, diyakini hampir semua orang tahu apa itu perangko. Bagi yang rajin mengirim surat, paling tidak pastilah menggunakan perangko. Kalau diperhatikan, perangko terdiri dari berbagai macam terbitan. Entah itu terbitan tahun 50-an, 60-an, 70-an, sampai tahun 2000 pun juga ada. Masing-masing terbitan memiliki tampilannya sendiri-sendiri. Namun demikian, kebanyakan perangko memiliki tampilan berupa gambar atau lukisan. Dengan demikian, melihat perangko sama ibaratnya seperti kita melihat lukisan dalam ukuran kecil. Karena itulah banyak sekali orang yang memutuskan untuk mengoleksi perangko, mengingat gambar-gambar yang ada di perangko memiliki nilai seni tersendiri sehingga orang-pun betah berlama-lama untuk melihat dan menikmati gambarnya. Apa lagi selain perangko? Lukisan...! lukisan juga memiliki nilai seni tersendiri bukan? Ada banyak sekali orang yang mengkoleksi lukisan, dan semuanya berasal dari berbagai macam harga, ada yang ratusan ribu, jutaan hingga puluhan juta rupiah. Apa lagi? Tidak harus barang-barang yang bergambar seperti perangko dan lukisan yang merupakan barang-barang yang memiliki nilai seni. Ada juga barang-barang yang dikoleksi karena memiliki bentuk dan tampilan khusus dan itu tidak harus berupa gambar. Pendeknya, segala macam barang yang memiliki nilai seni tersendiri bisa dijadikan barang-barang koleksi. Memiliki Nilai Bersejarah. Selain barang yang memiliki nilai seni tersendiri, ada juga barang-barang yang dikoleksi karena barang-barang tersebut memiliki nilai yang dianggap bersejarah. Contohnya adalah barang-barang peninggalan proklamator kemerdekaan kita. Sering ada barang-barang koleksi Bung Karno yang diperjualbelikan di pasar bebas dengan harga yang luar biasa tingginya. Padahal barang tersebut mungkin sederhana saja, bisa berupa pulpen, buku, lemari, atau apa saja. Akan tetapi karena barang-barang tersebut tadinya dimiliki oleh Bung Karno sebagai tokoh yang sangat bersejarah, barang-barang tersebut seringkali menjadi rebutan para kolektor dan sering berpindah tangan dengan harga yang makin lama makin tinggi. Jadi sekali lagi, selain karena adanya nilai seni tersendiri, tindakan mengkoleksi barang seringkali disebabkan karena barang-barang tersebut dianggap memiliki nilai bersejarah. (Yenny Salim)
|