Polling
Investasi apa yang anda miliki?
 
Opini





Saya lupa passwordnya?
Belum punya Username & Password? Daftar Baru!

Indonesia Joomla Topsites
Option strategies
Invest money

Langkah-langkah Mengantisipasi Resiko

Risiko adalah segala hal yang bisa terjadi pada diri manusia yang tidak diinginkan untuk terjadi. Setiap manusia memiliki risiko atas apa pun yang dia lakukan. Selain itu, hidup manusia sendiri juga mengandung banyak risiko. Ada beberapa risiko yang bisa dihindari, dan ada beberapa risiko yang tidak bisa dihindari. Contoh dari risiko yang bisa dihindari adalah risiko kecelakaan atau risiko kecurian. Sedangkan contoh dari risiko yang tidak bisa dihindari adalah risiko kematian.

Efek dari risiko sering kali menimbulkan kerugian yang cukup besar. Entah kerugian dari sisi psikologis, maupun kerugian dari sisi keuangan. Kalau rumah mengalami musibah kebakaran, maka akan mengalami kerugian keuangan yang besarnya setara dengan nilai rumah pada saat kebakaran itu terjadi. Karena itu, penting sekali untuk mengantisipasi setiap risiko yang mungkin terjadi.

Mendengar kata antisipasi risiko, mungkin langsung terbawa ke istilah "asuransi". Dalam ilmu perencanaan keuangan, maksud dari asuransi adalah untuk melindungi (memproteksi) dari kerugian keuangan yang mungkin timbul dari terjadinya suatu risiko. Sebagai contoh, kita mungkin tidak bisa menghindar dari risiko kecelakaan pada diri kita, tetapi kita bisa memproteksi diri kita dari kerugian keuangan yang mungkin timbul dari terjadinya kecelakaan tersebut.

Apakah semua risiko yang bisa terjadi perlu diasuransikan? Jawabnya tidak. Sebagai contoh, sepatu yang sering dipakai punya kemungkinan untuk hilang dicuri. Tapi apa iya akan mengasuransikan sepatu? Besar kemungkinan tidak. Kenapa? Ini karena apabila sepatu hilang, jumlah kerugian mungkin tidak seberapa. Lain halnya bila rumah mengalami kebakaran, maka kerugian keuangan yang mungkin timbul bisa besar sekali. Itu sebabnya, perlu mengambil asuransi kebakaran untuk rumah. Pilihan untuk mengantisipasi risiko-risiko tersebut, disebut dengan Manajemen Risiko.

Kerugian keuangan bisa terjadi bila mengalami kematian, kecelakaan, sakit, atau bila barang hilang atau rusak. Kadang-kadang, kerugian keuangan juga bisa terjadi bila mengalami tuntutan hukum dari pihak ketiga, semisal saat menabrak orang lain hingga terluka dan diharuskan untuk mengganti semua biaya pengobatannya. Sekarang, pilihan-pilihan apa saja yang tersedia untuk mengantisipasi risiko? Kita anggap saja kita diharuskan oleh bos Anda (atau siapa saja) untuk membawa sebuah paket dengan memakai kendaraan, dari kota A ke kota B. Namun demikian, keadaan jalanan yang ramai membuat terancam mengalami risiko kecelakaan. Karena itu, ada sejumlah pilihan untuk mengantisipasi risiko tersebut:
1. Menghindari Rrisiko. Menghindar dari risiko kecelakaan tersebut. Caranya, jangan menyetir. Tetapi konsekuensinya, paket tidak akan terkirim.
2. Menghadapi Risiko. Menyetir dan membawa paket tersebut seperti biasa tanpa perlu berhati-hati, dan menerima konsekuensinya apabila risiko kecelakaan tersebut benar terjadi
3. Mengurangi Risiko. Menyetir dan membawa paket tersebut, tetapi berhati-hati dalam menyetir. Dengan demikian, risiko kecelakaan dapat dikurangi.
4. Membagi Risiko. Paket yang harus dibawa dibagi dua dengan teman. Dia membawa sebagian paket tersebut dalam kendaraan yang berbeda.
5. Transfer Risiko. Minta kepada teman yang membawakan seluruh paket tersebut.

Nah, sekarang kita coba praktekkan teori antisipasi risiko tersebut. Kita misalkan saja membeli rumah, tapi seperti rumah yang lain pada umumnya, rumah yang akan dibeli memiliki risiko kebakaran. Untuk mengantisipasinya, maka pilihan-pilihan yang tersedia adalah:
1. Mengontrak rumah saja, tidak usah membeli (menghindari risiko).
2. Membeli rumah, dan menghadapi saja risiko tersebut, di mana diharapkan agar risiko kebakaran tersebut tidak usah terjadi (menghadapi risiko).
3. Menyediakan tabung pemadam kebakaran di rumah (mengurangi risiko).
4. Menyerahkan sebagian kerugian pada pihak lain apabila rumah mengalami kebakaran (bagi risiko).
5. Menyerahkan seluruh kerugian pada pihak lain apabila rumah mengalami kebakaran (transfer risiko).

Pilihan keempat dan kelima diatas itulah yang dikenal dengan asuransi. Artinya, asuransi bisa menjadi pihak yang diserahi kerugian apabila mengalami suatu risiko. Setelah mengetahui pilihan-pilihan apa saja yang tersedia untuk mengantisipasi risiko, maka langkah selanjutnya adalah dengan menulis risiko-risiko apa saja yang mungkin terjadi, serta pilihan apa yang akan digunakan untuk mengantisipasinya. Di bawah ini adalah langkah-langkahnya:
1. Kenali risiko
2. Evaluasi akibatnya apabila risiko itu terjadi.
3. Ambil keputusan tentang pilihan apa yang akan digunakan untuk mengantisipasi risiko tersebut
Sebagai contoh, risiko yang mungkin terjadi pada diri adalah kematian, kecelakaan, sakit, musibah atas kendaraan, musibah atas mobil, PHK, dan tidak bisa bekerja. Karena itu, langkah-langkahnya adalah:
1. Kenali risiko: Kematian.
2. Evaluasi akibatnya: Biaya hidup keluarga yang ditinggalkan tidak akan terbayar.
3. Ambil keputusan:
         
1. Menghindari Risiko: Dalam hal ini tidak mungkin menghindari risiko kematian.
2. Menghadapi Risiko: Bisa saja, dengan konsekuensi bahwa biaya hidup keluarga tidak akan terbayar
3. Mengurangi Risiko: Risiko kematian tidak bisa dikurangi
4. Bagi risiko: Menyerahkan sebagian pembiayaan hidup keluarga pada pihak lain apabila meninggal dunia
5. Transfer risiko: Menyerahkan seluruh pembiayaan hidup keluarga pada pihak lain apabila meninggal dunia. (Yenny Salim)

 

Diskusikan artikel ini di forum.


Beri komentar:
Nama

Email

Komentar

Artikel lainnya dikategori ini:

WealthIndonesia.com © 2012.