Polling
Investasi apa yang anda miliki?
 
Opini





Saya lupa passwordnya?
Belum punya Username & Password? Daftar Baru!

Indonesia Joomla Topsites
Option strategies
Invest money

Pengelolaan Keuangan Keluarga

Ada sebuah cerita yang akan penulis gunakan sebagai pembuka dari tulisan ini yang akan mengawali dan membuka wawasan kita semua tentang pentingya pengelolaan keuangan atau financial management. Kisahnya dimulai di padang rumput Afrika dimana terdapat kawanan singa dan rusa.

Setiap pagi singa harus berusaha berlari cepat aau bahkan lebih cepat agar ia bisa menangkap rusa sebagai makanan dan singa dapat bertahan hidup. Disisi lain rusa (juga) harus berlari cepat agar ia bisa lolos dari kejaran singa dan ia bisa meneruskan hidupnya. Kesimpulan dari cerita singkat di atas adalah, terlepas bahwa kita semua memetaformasikan diri kita sebagai singa atau rusa kita harus berlari agar dapat hidup.

Banyak tulisan dan bahasan bahwa pengelolaan finansial atau Finansial Management lebih banyak digunakan atau dibutuhkan oleh suatu korporasi atau badan hukum daripada perseorangan pribadi atau rumah tangga. Hal tersebut tidak sepenuhnya salah, namun dengan perkembangan dan tantangan yang ada saat ini, justru pengelolaan finansial sangat dibutuhkan oleh pribadi terutama rumah tangga.

Pengelolaan finansial secara sederhana berarti pengelolaan finansial (dalam hal ini) keluarga agar dapat mencukupi kebutuhan keluarga atau bahkan menambah kekayaan keluarga.

Secara umum sumber pendapatan keluarga diperoleh dari gaji (bila pekerja) atau keuntungan usaha (bila pengusaha) dan bisa juga ditambah dengan hutang atau pinjaman. Hutang atau pinjaman ini tidak selalu dikategorikan sebagai hutang karena tidak mempunyai kemampuan ekonomi sehingga membutuhkan ”bantuan” dalam bentuk hutang dari pihak lain. Hutang, layaknya dalam dunia usaha juga dibutuhkan oleh rumah tangga selain untuk menambah ”kekayaan” untuk melakukan aktifitas rumah tangga seperti memasukkan anak sekolah atau melakukan renovasi atau sebagai suatu cara untuk ”memutar” uang yang dimiliki oleh keluarga pada saat tertentu agar uang keluarga tersebut dapat digunakan secara maksimal tanpa mengorbankan suatu tujuan yang telah ditentukan oleh keluarga.

Belakangan ini muncul banyak tawaran hutang dari lembaga perbankan atau lembaga pembiayaan dalam bentuk kredit konsumtif untuk memiliki peralatan elektronik atau kendaraan bermotor, seperti adanya easy pay atau program-program pembiayaan lain seperti dari perusahaan financing. Dengan mempelajari pengelolaan keuangan (Financial Management) keluarga diharapkan keluarga dapat memilih bentuk pembiayaan yang paling efesien guna mendapatkan apa yang dikehendaki oleh keluarga dengan tingkat suku bunga yang rendah dan terhindar dari masalah gagal bayar.

Berbicara tentang bunga, hampir semua pihak menggunakan metode bunga tetap dan bunga efektif di dalam skema program pembiayaan. Bunga tetap adalah bunga yang dibebankan secara utuh dari jumlah hutang (awal) hutang dan dibagi dengan jumlah cicilan berdasarkan program pembiayaan yang dipilih. Sehingga bila hutang yang hendak diambil berjumlah Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta Rupiah) dengan bunga 10% dan dilunasi dengan 12 kali cicilan, maka jumlah hutang berserta cicilan adalah Rp. 11.000.000,- (dua belas juta Rupiah) dibagi dengan 12 secara rata dan utuh sehingga tiap bulannya debitur wajib membayar Rp. 917.000,- (sembilan ratus tujuh belas ribu Rupiah) tanpa memperhitungkan bahwa setiap bulannya jumlah hutang pokok yang akan dikenakan bunga akan berkurang.

Sedangkan pada bunga efektif, bunga dihitung dari jumlah hutang yang tersisa dari setiap periode pembayaran cicilan yang disepakati antara pemberi pinjaman (kreditur) dan penerima pinjaman (debitur). Sehingga setiap kali membayar cicilan, bunga yang dibayarkan akan terus berkurang karena jumlah hutangnya telah ikut berkurang.

Perbedaan pengertian dan cara penghitungan bunga atas program pembiayaan yang ditawarkan pada umumnya -tanpa berprasangka buruk terhadap para marketer- kurang dijelaskan oleh para marketer untuk menawarkan produknya. Atau bahkan ketidakpedulian atau ketidaktahuan dari (calon) debitur juga menyebabkan para marketer tidak merasa perlu menjelaskan tata cara penghitungan bunga yang akan dikenakan. Dalam benak (calon) debitur, selama ada kalimat ”BUNGA TETAP ..... % selama ..... Tahun”, maka sudah cukup bagi mereka. Padahal jumlah akhir yang harus dibayarkan oleh debitur akan berbeda jauh antara penghitungan bunga tetap dan bunga efektif.

Secara finansial penghitungan pembayaran hutang dengan cicilan  dapat dihitung dengan cara annuitas. Dimana secara sederhana rumusannya adalah sebagai berikut:

PVA = Annuitas x [(1+i)ª -1/1(1+i)ª] x (1+i)


Untuk lebih mudah melakukan penghitungan atas bunga dapat digunakan rumusan menghitung bunga tahunan efektif (effective annual rate) sebagai berikut:

EAR = (1+i/a)ª-1

Berdasarkan rumusan penghitungan pembayaran cicilan atau annuitas di atas, kita semua dapat menghitung berapakah persenkah sebenarnya jumlah uang yang akan dibayarkan. (Nisha Asha B.)


 

Diskusikan artikel ini di forum.


Beri komentar:
Nama

Email

Komentar

Artikel lainnya dikategori ini:

WealthIndonesia.com © 2012.