Polling
Investasi apa yang anda miliki?
 
Opini





Saya lupa passwordnya?
Belum punya Username & Password? Daftar Baru!

Indonesia Joomla Topsites
Option strategies
Invest money

Sekilas Perbedaan Antara Money Game dan Direct Selling

Sekarang ini, banyak bisnis yang mengatas namakan MLM (Multi Level Marketing) untuk berinvestasi. Padahal pada kenyataannya, bisnis tersebut adalah bagian dari money game. Hal ini menyebabkan citra MLM menjadi negative.

Berikut adalah parameter yang bisa dugunakan untuk melihat perbedaan antara money game dan MLM:

• Biaya pendaftaran
Pada direct selling atau yang biasanya disebut MLM, biaya pendaftaran masih terbilang masuk akal dan tidak mahal. Sedangkan pada money game, biaya pendaftarannya sangat mahal dan seringkali disertai dengan pembelian produk dengan harga yang sangat mahal.

• Produk
Produk-produk atau jasa yang dijual oleh direct selling kualitasnya dapat dipertanggungjawabkan. Sedangkan pada money game, biasanya tidak ada produk atau jasa yang dijual. Kalaupun ada, itu hanya sebagai kedok dan kualitas dari produk atau jasa tersebut tidak dapat dipertanggungkawabkan dan patut dipertanyakan.

• Peluang keberhasilan
Peluang keberhasilan pada direct selling adalah sama. Tidak seperti pada money game, nasabah yang mendaftar terlebih dahulu akan memilki peluang mendapatkan keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan nasabah yang bergabung belakangan, sehingga akan mengorbankan nasabah yang bergabung belakangan.

• Penentu keberhasilan.
Untuk mendapatkan keberhasilan, nasabah direct selling harus menjual produk atau jasa. Sehingga untuk mencapai sebuah keberhasilan, akan diukur melalui banyaknya produk atau jasa yang dijual dan perlu bekerja keras untuk mencapainya. Pada money game, keberhasilan ditentukan pada banyaknya uang yang disetor sejumlah orang yang direkrut ke dalam jaringannya. Dalam hal ini, tidak diperlukan kerja keras, alias hanya menyetor uang dan menunggu hasilnya.

Oleh karena itu, dalam berinvestasi harus berdasarkan logika. Maksudnya adalah tingkat return yang dijanjikan tidak boleh terlalu jauh dari pasar. Jika tingkat returnnya sangat tinggi, maka kita harus semakin waspada. Apalagi kalau perusahaan tersebut menjamin tidak akan merugi.   Karena tidak ada investasi yang tidak beresiko.

Harus diingat bahwa dalam berinvestasi, prinsip nasabah adalah mencari untung, bukan buntung. (Agnes Margaretha)

 

 

 

Diskusikan artikel ini di forum.


Beri komentar:
Nama

Email

Komentar

Artikel lainnya dikategori ini:

WealthIndonesia.com © 2012.