Polling
Investasi apa yang anda miliki?
 
Opini





Saya lupa passwordnya?
Belum punya Username & Password? Daftar Baru!

Indonesia Joomla Topsites
Option strategies
Invest money

Cinta Keluarga dan Harmoni Keuangan

Apakah kita pernah mendengar cerita pasangan rumah tangga berpisah karena masalah keuangan. Hal ini sering terjadi di kehidupan rumah tangga dimana banyak kejadian di waktu masa pacaran dahulu begitu indah dalam hal keuangan karena masih adanya subsidi maupun dana bantuan dari kedua belah pihak orangtua mereka masing masing.

Namun pada waktu mereka telah memasuki masa pernikahan, subsidi salah satu atau kedua orangtua tersebut telah dicabut. Maka pasangan tersebut harus hidup secara mandiri secara finansial. Pada saat itulah persoalan demi persoalan mulai berdatangan. Bukan saja karena sang pasangan memang tidak memiliki kemampuan keuangan yang mapan, namun dari sisi perilaku pasangan tersebut, sejatinya memang berbeda sifat. Artinya, yang satu bersifat suka berbelanja (spender) dan di lain pihak gemar menabung (saver). Perceraian adalah muara dari segala persoalan diatas apabila tidak diatasi dengan seksama. 

Contoh lain adalah bagaimana halnya apabila sang istri memiliki jabatan/status serta penghasilan yang lebih tinggi dibanding sang suami. Hal ini dapat menimbulkan suasana dimana sang istri menjadi lebih superior dan besar kepala atau sang suami yang akan merasa minder/rendah diri. Hal ini dapat menimbulkan ketidakadilan dalam pengambilan keputusan keuanagan rumah tangga.
Atau, lain cerita seperti apabila kedua belah pihak bekerja, maka penghasilan sang istri dapat dipergunakan sesuka hati olehnya karena kewajiban menghidupi rumah tangga merupakan tugas dan kewajiban sang suami. Maka dapat timbul sindrom ”uang lelaki” dimana apabila sang suami mendapat pendapatan lebih diluar penghasilan tetapnya maka uang tersebut tidak akan pernah sampai di tangan istri

Kesimpulan moral cerita yang dapat dipelajari dari cerita diatas adalah, tidaklah cukup pernikahan hanya didasarkan atas landasan cinta dan kesetiaan saja. Lebih dari itu haruslah adanya harmoni keuangan yang dapat diartikan sebagai penyesuaian antara para pihak dalam rumah tangga untuk mengelola uang dalam arti seluas luasnya secara bersama sama. Konkretnya adalah bukan sekedar memperkuat hubungan personal, tetapi juga hubungan dalam keuangan.

Harmoni keuangan merupakan proses penyesuaian antara kedua belah pihak dimana membutuhkan waktu dan perubahan dari keduanya, secara continue dan berkesinambungan. Terdapat beberapa strategi dasar yang dapat kita pelajari bersama:
Pertama, kelola uang dan hubungan dengan pasangan dengan dasar respek dan saling menghargai. Artinya, jangan berbohong soal uang. Hal ini dapat terjadi apabila para pasangan memiliki kepercayaan yang tinggi terhadapa pasangannya.
Kedua, pasangan harus mempunyai pola pikir masa depan. Baik dalam hal kebutuhan dasar,pendidikan dan lainnya. Asuransi merupakan salah satu contoh sederhannya.

Ketiga, setiap pasangan saling mengetahui kebutuhan dan keinginan dari masing masing pihak, dimana hal tersebut akan menjadi biaya, dan bagaimana cara merealisasikannya.

Keempat, dengan bersama sama membuat rancangan keuangan dan mengatur perngeluaran serta investasi. Karena tujuan keuanagan adalah tujuan hidup, maka dari itu haruslah direncanakan secara bijaksana dan bertanggung jawab.

Kelima, saling melindungi satu sama lain dengan menempatkan sebagian penghasilan bersama dalam satu rekening tabungan ataupun deposito dengan maksud jaring pengaman antara kedua belah pihak, dan besarnya merupakan kesepakatan bersama yang tidak saling memberatkan salah satu pihak.

Keenam, mengkomunikasikan perhatian tertentu terhadap pasangan.
Misalnya, menyangkut bantuan keuangan bagi orangtua atau sanak saudara yang tertimpa musibah, atau merupakan pengeluaran rutin rumah tangga.

Ketujuh, pasangan dapat menggunakkan jasa konsultan keuangan, apabila dirasa perlu, guna mencapai tujuan keuangan rumah tangga.

Semoga melalui perencanaan keuangan yang matang dan jelas, diharapkan setiap keluarga dapat hidup bahagia, harmonis dan sejahtera baik secara moril maupun materiil. (jesse octaviano)

 

Diskusikan artikel ini di forum.


Beri komentar:
Nama

Email

Komentar

Artikel lainnya dikategori ini:

WealthIndonesia.com © 2012.