|
Emas bisa dijadikan bahan alternative untuk berinvestasi. Menurut pengamat investasi Roy Sembel, meningkatnya permintaan emas bisa disebabkan karena dua hal, yaitu kondisi Negara yang tidak menentu (krisis) dan juga terjadinya inflasi. Seorang pengamat lainnya, Safir Senduk berpendapat bahwa fakta membuktikan bahwa bila terjadi inflasi tinggi, harga emas akan lebih tinggi dari daripada inflasi. Secara statistik menunjukkan bahwa jika inflasi mencapai 10 persen maka emas akan naik 13 persen, bila inflasi naik 20 persen maka emas akan naik 30 persen dan bila inflasi 100 persen maka emas akan naik 200 persen. Namun harga emas cenderung konstan bila laju inflasi rendah dan cenderung menurun apabila laju inflasi dibawah dua digit. Karena itu investasi dalam bentuk emas disarankan untuk disimpan dalam jangka waktu panjang.
Emas tersedia dalam berbagai pilihan, yaitu emas perhiasan, emas batangan, koin emas ONH dan sertifikat emas. Bila anda berinvestasi emas untuk jangka pendek, akan sulit jika bentuknya dalam perhiasan karena waktu kita membelinya pertama kali dikenakan biaya produksi atau ongkos pembuatan namun ketika ingin menjualnya kembali biaya produksi tidak akan diperhitungkan seperti sewaktu kita membelinya pertama kali. Emas perhiasan tersedia dalam bervariasi karat mulai dari 18 sampai yang terbaik yaitu 24 karat. Bentuk lain investasi adalah emas batangan. Emas dalam bentuk batangan ini tersedia dari berat yang paling ringan 1 ons sampai dengan 1 kg. Emas batangan merupakan investasi yang lebih baik dari emas perhiasan karena selain lebih mudah dijual kembali, nilainya pun tidak berkurang karena ketika membelinya tidak dikenakan biaya produksi. Lainnya adalah koin emas ONH (Ongkos Naik Haji), dimana tujuan awal investasi dari koin emas ONH ini sebagai alternative bagi mereka yang ingin menabung untuk biaya ibadah naik haji. Namun penamaan ONH ini hanya sebagai taktik pemasaran saja karena sebenarnya semua orang bisa membeli koin emas ini dengan harga yang sama seperti jika kita membeli emas batangan. Perlu diperhatikan beberapa kekurangan jika kita berinvestasi dalam bentuk logam mulia diatas seperti adanya biaya penyimpanan yang tidak murah, resiko kehilangan yang cukup besar karena bentuknya secara fisik cukup menarik perhatian. Untuk menghilangkan resiko-resiko diatas maka kita bisa memilih investasi dalam bentuk sertifikat emas, yaitu jenis investasi kategori sektor financial. Selain biaya penyimpanan lebih murah, sertifikat ini bisa diperdagangkan di pasar financial dan lebih aman karena resiko hilang sangat kecil, sertifikat emas juga lebih liquid dan bisa disektor riilkan. Terlebih jika pasar sudah terbentuk maka sertifikat emas pun bisa lebih terstandarisasi. Meskipun demikian, disarankan agar asset tidak disimpan seluruhnya dalam bentuk investasi emas. Roy Sembel menyarankan cukup 5 % dari seluruh portofolio saja karena tidak terlalu tinggi keuntungannya dan juga banyak bentuk investasi lain yang bisa dijadikan alternaif lebih menguntungkan. (Yudith Christie)
|