|
Perkembangan kawasan komersil dan kawasan perumahan yang semakin ramai sekarang ini memberikan peluang untuk berinvestasi dibidang property. Berinvestasi dibidang ini mempunyai banyak variasi pilihan, diantaranya adalah pembelian rumah tinggal, ruko , pembelian tanah kavling, pembelian tanah dan kemudian membangun rumah kontrakan dan lain sebagainya.
Situasi kondusif yang membuat investasi property marak adalah dikarenakan investasi dibidang ini mempunyai gejolak fluktuasi harga nya tidak sebesar bila kita berinvestasi dibidang lain seperti Saham yang fluktuasi harganya sangat sensitive terhadap isu-isu politik, kebijakan dan keamanan Negara atau obligasi yang harganya turun saat angka inflasi dan suku bunga naik, sedangkan harga property adalah relatif lebih stabil karena harga rumah jarang sekali berubah dalam satuan minggu tetapi butuh waktu tahunan sehingga perhitungan kita pun bisa lebih terukur. Dalam pembelian property kita bisa mengikutsertakan pihak ketiga yaitu Bank atau pengembang/ Developer, misalkan kita membeli rumah seharga 300 juta, maka uang yang harus kita siapkan hanya sekitar 10% sampai dengan 30%-nya saja sedangkan sisanya bisa dibiayai dari pinjaman kepada Bank yang akan kita lakukan pembayaran secara angsuran tiap bulan. Kecermatan kita dalam memilih lokasi pembelian property memegang peranan penting dalam menentukan ketersediaan dana kita untuk pembayaran angsuran setiap bulannya, bila kita cermat dalam memilih lokasi yang strategis, maka bila kita memencanakan pembayaran angsuran adalah melalui penyewaan dari property yang kita beli, kita akan cepat mendapatkan pihak ketiga yang akan menyewa tempat kita tersebut sehingga angsurannya dapat kita bayarkan dari uang hasil sewa tempat kita tersebut. Jadi kesimpulannya adalah pada suatu waktu nanti misalkan 3 atau 4 tahun kita akan memilik asset property seharga 300 juta dengan modal hanya sejumlah 30 juta saja. Terakhir, mari kita hitung berapa return yang akan kita dapatkan bila kita memiliki uang 100 juta tunai dan kita investasikan dalam bentuk investasi property ruko atau rumah yang kita beli dengan uang muka setiap ruko atau rumah yang kita beli dengan hanya sebesar 10-30% nya saja, belum lagi bila rumah atau ruko yang pertama tadi kita beli seharga 300 juta tadi sudah lunas sehingga kita mempunyai cadangan asset sebesar 300 juta yang dapat kita agunkan ke bank untuk mendapatkan fresh money untuk investasi selanjutnya. (Ade Sidhqi Satianagara)
|