|
Perbankan kian agresif menggarap layanan wealth management guna membantu nasabah mengelola kekayaannya secara eksklusif, personal, cepat, nyaman dan aman.
Jumlah orang kaya di Indonesia meningkat. Data Morgan Stanley Singapura mengenai pangsa pasar orang kaya di dunia menunjukkan ada 7,2 juta orang super kaya yang menguasai aset US$27 triliun. Di tahun 2005, aset keluarga kaya di Asia diperkirakan mencapai US$7,3 triliun. Lantas, bagaimana Indonesia? Jangan kaget. Diduga, terdapat 3.328 keluarga yang memiliki kekayaan US$5–20 juta. Sementara itu, yang asetnya mencapai US$20–100 juta ada 167 keluarga. Hebatnya, sekitar 80% keluarga super kaya tersebut berdomisili di Jakarta dan sekitarnya. Tahun 2006, pertumbuhan kelompok High Networth Individual (HNI) di Indonesia mencapai 16%. Indonesia tercatat sebagai negara dengan pertumbuhan tertinggi ketiga di Asia Pasifik, setelah Singapura dan India. Fenomena ini mendorong kebutuhan terhadap layanan premium turut meningkat. Layanan jasa pengelolaan kekayaan atau wealth management kian dibutuhkan. Nyaris semua bank besar, baik lokal maupun asing, sudah menawarkannya. Sebut saja Citibank, HSBC, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Danamon. Kendati mereka menggunakan nama yang berbeda-beda, prinsipnya jasa yang diberikan sama, yakni manajemen kekayaan. BNI, contohnya, menyebutnya dengan BNI Emerald. Membidik nasabah dengan simpanan Rp1 miliar, bank ini berhasil menjaring 5.000-an nasabah. Citibank lain lagi. Melalui Wealth Management Services, mereka menawarkan dua jenis layanan, yakni wealth planning dan advisor service. “Kami melihat konsumen kelas atas membutuhkan layanan business class, yakni sebuah layanan eksklusif, personalized, dan cepat,” ujar Meliana Sutikno, vice president Retail Banking Head Citibank NA. Lewat Citigold Wealth Management, contohnya, mereka menghadirkan jasa layanan andal untuk membantu nasabah mengembangkan dan melindungi kekayaannya. Dengan layanan premium ini, nasabah akan mendapatkan bantuan dari personal relationship manager, tim spesialis produk investasi, plus para wealth planner. Mereka akan membantu nasabah mengenali profil mereka, produk investasi dan risikonya, plus strategi investasi yang paling cocok. Bank Mandiri, sebagai bank dengan aset terbesar di Indonesia, tak mau kalah. Melalui Wealth Management Group, mereka merancang layanan premium ini dengan nama “Prioritas”. Mereka menyediakan beragam produk investasi sesuai profil risikonya. Mereka juga menggandeng sejumlah manajer investasi yang berafiliasi internasional. Hasilnya cukup membanggakan. Per Mei 2007, dari 6,5 juta nasabah Bank Mandiri, ada 38.000 yang menggunakan layanan wealth management. Hal yang sama bisa dilihat dari komposisi dananya. Dari total dana pihak ketiga yang Rp130 triliun, sebanyak Rp43,5 triliun dikelola melalui layanan wealth management. Dan ini juga bisa dibaca: 38.000 nasabah Bank Mandiri menguasai 33% dari total simpanan. Menjadi Kebutuhan Menyimak pesatnya pertumbuhan wealth management, timbul pertanyaan, benarkah layanan ini menjawab kebutuhan para nasabah? Menjawabnya tentu tak gampang. Namun, ingat bahwa setiap orang—terutama kelompok HNI—tentu ingin kekayaannya langgeng. Cuma, persoalannya, apakah mereka memiliki waktu buat mengelola aset-asetnya? Kebanyakan masyarakat di kota besar setiap hari biasanya tenggelam dalam kesibukan kerja yang menyita waktu. Jangankan berpikir mengembangkan aset-asetnya, sekadar meluangkan waktu buat keluarga pun terkadang tak sempat. Persoalan kedua, tak sedikit dari mereka yang tidak mengetahui bagaimana cara mengembangkan aset-aset tersebut. Pemahamannya mengenai portofolio produk dan strategi investasi sangat terbatas. Ini mengakibatkan mereka mengambil langkah paling mudah, yakni menyimpannya dalam produk tabungan atau deposito. Padahal, kedua produk ini sejatinya bukan instrumen investasi. Nasabah, tetap harus melakukan diversifikasi produk dan risiko. Jangan masukkan telur dalam satu keranjang! Nah, layanan wealth management menjawab persoalan tersebut. Bukankah teorinya “jangan kita bekerja untuk uang, tetapi biarkan uang yang bekerja buat kita”? Perbankan, melalui layanan wealth management, mencoba membantu nasabahnya mempraktekkan prinsip ini. Mereka membantu nasabah menemukan cara mengelola, menjaga, dan meningkatkan asetnya. Mereka ini terdiri dari tenaga profesional bersertifikasi di bidang penasihat keuangan, produk investasi, hingga manajemen aset. Heri Gunardi, senior vice president Wealth Management Group Head Bank Mandiri, menilai prospek industri wealth management sangat baik. “Masyarakat makin mengerti tentang investasi dan membutuhkan produk-produk investasi di masa mendatang,” ujarnya. Agar menarik, kata presiden komisaris PT Axa Mandiri Financial Services itu, mereka akan menyediakan dan melengkapi beragam produk dan layanan investasi. Mereka juga memberikan paket kenyamanan bagi nasabah spesial berupa layanan eksklusif yang menarik. Strategi serupa ditempuh BNI. Mereka tengah menambah beragam fasilitas pendukung baik dari sisi fitur produk maupun pelayanan tambahan. Nasabah BNI Emerald diberi fasilitas personal custody service, yakni jasa layanan penyimpanan, pencatatan, serta aktivitas administrasi terhadap aktivitas fix income, saham, dan dokumen berharga lainnya. Melalui personal advisory service, nasabah mendapatkan bantuan konsultasi dalam berbagai hal, seperti properti, hukum, pendidikan, dan kesehatan. Bagaimana Citibank? Bank ini menawarkan berbagai layanan menarik. Layanan wealth planning, misalnya, membantu nasabah membuat perencanaan keuangan secara komprehensif dan sistematis. Untuk keperluan “market update”, mereka memberikan analisis mendalam kepada nasabah berdasarkan hasil riset regional yang andal. Dalam hal produk, mereka mementingkan kualitas yang telah teruji oleh tim regional dan memiliki kinerja konsisten. “Kami membuka jaringan ATM dengan plus-network yang memiliki lebih dari 11.000 mesin ATM, tanpa dipungut biaya,” ujar Meliana. Melihat geliat ini, tak dapat disangkal bahwa wealth management bakal makin marak. Di samping menjadi unit bisnis yang strategis bagi bank, layanan ini mampu menjawab kebutuhan banyak nasabah premium. Jadi, layanan ini dibuat agar nasabah bisa menjaga dan meningkatkan nilai kekayaannya. (Istovan) Sumber : wartaekonomi.com
|