Polling
Investasi apa yang anda miliki?
 
Opini





Saya lupa passwordnya?
Belum punya Username & Password? Daftar Baru!

Indonesia Joomla Topsites
Option strategies
Invest money

Strategi Investasi di Masa Resesi

Pada bulan –bulan terakhir ini, semua orang membicarakan kemungkinan akan terjadinya resesi di tahun depan 2008, gara-gara kasus perumahan SubPrime-mortgage di USA.

Yang menjadi pertanyaan, apakah yang harus kita lakukan untuk mengantisipasi hal tersebut?

Setidaknya ada beberapa tips yang dapat saya berikan (SEBELUM KRISIS), antara lain:

1. Berinvestasilah di hard assets yang likuid, seperti emas, karena emas akan meningkat pesat didorong oleh inflasi global sekaligus juga depresiasi rupiah terhadap USD, sehingga akan didapat 2 manfaat, ingat bahwa harga emas sebelum krisis hanya Rp.30-40 ribu, dan saat krisis menjadi Rp.90an ribu per gram.

2. Tidak disarankan untuk memegang asset berupa rumah/tanah menjelang krisis, terutama apabila pembelian tersebut dibiayai oleh hutang bank, karena harga rumah/tanah akan cenderung turun pada saat krisis dan sebaliknya cicilan hutang akan membengkak karena kenaikan suku bunga pinjaman, sebagai catatan pada saat krisis tahun 2001-2002, bunga pinjaman bank mencapai 30% per tahun.

3. Disarankan untuk tidak memegang saham pada saat menjelang krisis, karena harga saham akan turun dengan drastis. Dan tidak disarankan untuk melakukan average down buying saat harga turun.

4. Hindari deposito jangka panjang dalam mata uang rupiah, karena rupiah bisa ter-depresiasi, sedangkan kita tidak bisa mencairkan deposito tersebut pada saat resesi, juga tidak bisa menikmati suku bunga tinggi saat resesi. Jadi rugi 2 kali.

Beberapa tips pada saat PUNCAK KRISIS dan keadaan mulai sedikit tenang terjadi:
1. Rubah pola investasi, pada saat nilai USD dan juga emas sudah naik hingga puncaknya, langsung di jual (profit taking).

2. Beli saham blue chips pada saat harga saham turun drastic, hingga lebih dari 60% dari harga asal nya, biasanya pada saat  orang justru tidak ingin memiliki saham dan berbondong-bondong menjual sahamnya. Pada saat tersebut, semua komentar yang ada di media pasti akan negative, dengan mengatakan bahwa semua perusahaan di Indonesia terancam bangkrut dan merugi dan lain sebagainya. Ingat bahwa harga saham Astra International pada saat krisis pernah turun mencapai Rp.400,- per saham, namun kini harganya telah naik menjadi Rp.23 ribu per saham. Berarti telah NAIK menjadi 5750% !!!!! hanya dalam waktu 4 tahun !!!.

3. Bila masih ada uang lebih, dapat dibelikan asset murah yg potensial berupa rumah atau tanah di lokasi yang menjanjikan namun lagi di jual obral, karena dengan menurunnya permintaan di masa resesi, seringkali pengembang memberikan discount besar2an.

Semoga tips ini berguna ………… (Aswin Hendrato)

 


 

Diskusikan artikel ini di forum.


Beri komentar:
Nama

Email

Komentar

Artikel lainnya dikategori ini:

WealthIndonesia.com © 2012.